TIM Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa telah menempuh jarak 2.032 mil laut sejak berlayar dari Anjungan Pantai Losari Makassar pada Selasa (18/12) 2018. Ekspedisi dengan menggunakan Kapal Layar Motor (KLM) Pinisi Pusaka Indonesia saat ini berada di Bandaneira, Provinsi Maluku.
“Total (pelayaran) yang sudah ditempuh 2.032 mil (laut),” kata Skiper KLM Pinisi Pusaka Indonesia Irdham Awie, Rabu (13/3).
Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa (EPBN) merupakan kerja sama Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Yayasan Makassar Skalia (YMS). Trip pertama, kapal berlayar dari Makassar ke Bulukumba. Selanjutnya, Kabaena, Buton Tengah, Baubau, Raha dan Kendari.
Trip kedua, mulai dari Kendari, Konawe, Labengki, Sombori dan Bungku. Dari Bungku kapal menuju Luwuk, Torosiaje, Gorontalo, Bitung dan Manado.
Trip ketiga, kapal berlayar menuju Pulau Mojo, Jailolo dan Ternate provinsi Maluku Utara, selanjutnya ke Raja Ampat Papua Barat. Pelayaran trip empat, kapal Pinisi menempuh perjalanan dari Sorong ke pulau-pulau di Provinsi Maluku. Pinisi Pusaka Indonesia menyinggahi pulau Misool, pulau Bula dan pulau Geser.
“Pelayaran dari Sorong ke Bandaneira 287 mil,” kata Irdham.
Bila cuaca bersahabat, kapal Pinisi Pusaka Indonesia akan melanjutkan pelayaran ke Pulau Tioor, dengan waktu tempuh selama kurang lebih 18 sampai 19 jam.
Ketua Umum ISKINDO M Zulficar Mochtar mengatakan, Bandaneira Kabupaten Maluku Tengah merupakan titik singgah ke 28.
Ekspedisi pinisi ini sebagai aksi bersama dan pengingat agar kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia jangan sampai abai.
“Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia yang mandiri, kuat dan berdaulat,” kata Zulficar yang juga Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pelayaran ini dimulai pada Hari Nusantara Desember 2018 dan finish pada 17 Agustus 2019. Kapal pinisi akan menyinggahi 74 titik, bertepatan dengan HUT RI ke-74 sebagai kado bagi negeri.
Melalui ekspedisi ini diharapkan dapat mengobarkan jiwa kebaharian sebagai negara kepulauan. Dalam pelaksanaan ekspedisi, tim akan melakukan bakti sosial pesisir dan pulau-pulau. Kemudian melakukan riset dan pendokumentasian, diskusi dan talkshow tematik untuk memberikan gambaran dan titik temu antara program pemerintah pusat dan daerah, serta kegiatan lainnya.*
