Darilaut – Gelombang panas yang menyengat pertengahan tahun ini menimpa sejumlah negara. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) akan memeriksa catatan suhu baru yang potensial karena gelombang panas (heatwaves) yang intens tersebut.
Gelombang panas ini melanda AS bagian selatan, Mediterania, Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa negara di Asia, termasuk Cina.
Layanan meteorologi dan hidrologi nasional telah melaporkan sejumlah catatan suhu harian dari sejumlah stasiun pengamatan. Di beberapa negara suhu tersebut dapat memecahkan rekor suhu nasional.
Hal ini akan tercermin dalam laporan Keadaan Iklim Global WMO. WMO adalah otoritas yang diakui untuk memverifikasi catatan cuaca ekstrem dari arsip resmi cuaca dan iklim ekstrim.
Ini termasuk catatan suhu (secara global dan per belahan bumi), curah hujan, kegersangan, petir, dan kematian terkait cuaca.
“Jika ada catatan suhu ekstrem baru selama gelombang panas yang sedang berlangsung, kami akan mengeluarkan penilaian awal cepat dan kemudian memulai evaluasi terperinci sebagai bagian dari proses verifikasi kami yang telaten,” kata Pelapor Cuaca dan Iklim Ekstrim WMO, Prof. Randall Cerveny, mengutip siaran pers WMO.
Prof. Cerveny adalah President’s Professor of Geographical Sciences, Arizona State University, Tempe, Arizona, USA.
“Perubahan iklim dan kenaikan suhu telah memicu lonjakan laporan rekor cuaca dan iklim ekstrem, terutama untuk panas. Kita harus memastikan bahwa catatan-catatan ini diverifikasi demi pemahaman dan akurasi ilmiah.”
Data Archive of Weather and Climate Extremes, suhu terpanas di Furnace Creek, Death Valley, California pada 10 Juli 1913, tercatat 56,7°C.
WMO saat ini memverifikasi dua pembacaan suhu 54,4°C (130°F), tercatat di Death Valley, California, pada 16 Agustus 2020 dan 9 Juli 2021.
Jika divalidasi, ini akan menjadi suhu tertinggi di Bumi sejak 1931, suhu terpanas yang pernah tercatat di planet ini.
Investigasi sangat teliti dan membutuhkan waktu. Temuan diterbitkan dalam jurnal peer-review.
“Baik sensor 2020 dan 2021 di Death Valley harus dibongkar dan dikirim ke laboratorium kalibrasi pengujian independen. Salah satu pengujian telah selesai dan kami menunggu yang kedua,” kata Prof. Cerveny.
Penilaian awal menunjukkan bahwa pengamatan itu sah. Peralatan di stasiun meteorologi Furnace Creek dirawat secara teratur oleh National Weather Service di Las Vegas.
Temuan awal menunjukkan itu dalam kondisi kerja yang layak pada saat pengamatan.
Suhu di Eropa
WMO telah menerima rekor suhu baru untuk benua Eropa sebesar 48,8°C (119,8 °F) yang diukur di Sisilia pada 11 Agustus 2021.
Sebuah komite ahli telah memverifikasi keakuratan pembacaan suhu tersebut, tetapi belum menerbitkan laporan lengkapnya.
Ada kemungkinan bahwa rekor ini dapat dipecahkan dalam beberapa hari mendatang karena gelombang panas semakin meningkat.
Rekor terverifikasi sebelumnya dari suhu maksimum tertinggi untuk benua Eropa adalah 48,0°C (118,4°F) dan ditetapkan di Athena pada 10 Juli 1977.
Catatan Lainnya
Suhu tertinggi kedua ditetapkan pada Juli 1931 di Kebili, Tunisia, pada 55,0°C.
Rekor suhu tinggi lainnya termasuk 54,0 °C di Mitribah, Kuwait, pada 21 Juli 2016 dan yang kedua di Turbat, Pakistan, pada 28 Mei 2017.
Menurut Prof. Cerveny beberapa sejarawan cuaca mempertanyakan keakuratan catatan suhu lama.
Arsip WMO untuk Cuaca & Iklim Ekstrim selalu tersedia untuk menyelidiki catatan ekstrem apa pun di masa lalu ketika bukti baru yang kredibel disajikan.
