Darilaut – Perubahan iklim memiliki dampak yang luas terhadap angka kematian, mata pencaharian, ekosistem, dan sistem kesehatan. Selain itu, memperkuat risiko seperti penyakit yang ditularkan melalui vektor dan air, serta stres kesehatan mental, terutama di kalangan populasi rentan.
Dalam laporan Kondisi Iklim Global 2025 Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang dirilis pada Hari Meteorologi Sedunia (World Meteorological Day) 23 Maret, kasus penyakit demam berdarah menonjol sebagai penyakit yang ditularkan nyamuk dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar setengah dari populasi dunia berisiko dan kasus yang dilaporkan saat ini merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat.
Selanjutnya, stres akibat suhu panas merupakan masalah yang semakin meningkat. Lebih dari sepertiga tenaga kerja global (1,2 miliar orang) menghadapi risiko panas di tempat kerja pada suatu waktu setiap tahun, terutama mereka yang bekerja di bidang pertanian dan konstruksi.
Selain dampak kesehatan, hal ini menyebabkan hilangnya produktivitas dan mata pencaharian.
Hingga tahun 2023, hanya sekitar setengah dari negara yang menyediakan layanan peringatan dini panas yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor kesehatan, dan bahkan lebih sedikit yang telah sepenuhnya mengintegrasikan informasi iklim ke dalam proses pengambilan keputusan kesehatan.




