Darilaut – Sejak pemerintah Cina melonggarkan kebijakan pembatasan pada 7 Desember, terjadi lonjakan kasus virus corona baru di seluruh negeri.
Kedutaan Besar Jepang di Beijing mengatakan banyak karyawan perusahaan Jepang di Cina dinyatakan positif, dan diperintahkan untuk bekerja dari rumah. Lebih banyak pabrik juga beroperasi dengan kapasitas yang lebih kecil.
Otoritas kesehatan di Qingdao, Provinsi Shandong, Jumat lalu memperkirakan jumlah kasus infeksi baru meningkat antara 490.000 hingga 530.000 orang per hari.
Kota di Cina timur ini adalah rumah bagi banyak perusahaan Jepang.
Kepala kantor Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang di Qingdao, Yoshikawa Akinobu, mengatakan kepada NHK bahwa virus mulai menyebar dengan cepat sekitar 16 Desember.
Yoshikawa mengatakan ada perusahaan Jepang yang melihat 30 hingga 40 persen tenaga kerja mereka dinyatakan positif.
Produksi di beberapa perusahaan turun hampir setengahnya, meskipun telah berusaha mempertahankan operasi dengan pekerja yang mereka miliki.
Kedutaan Jepang mengatakan beberapa perusahaan Jepang telah melaporkan bahwa karyawan mereka kembali ke kantor karena infeksi virus corona kemungkinan memuncak di Beijing.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina mengumumkan bahwa kasus baru Covid-19 secara nasional mencapai 2.637 pada hari Minggu.
Kasus yang dikonfirmasi di Provinsi Zhejiang hanya 19, jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan dengan angka satu juta kasus baru sehari yang dilaporkan oleh otoritas kesehatan di provinsi tersebut sehari sebelumnya.
Otoritas kesehatan provinsi mengatakan jumlah kasus Covid baru diperkirakan akan mencapai puncaknya sebelum liburan Tahun Baru. Mereka mengatakan penghitungan harian bisa mencapai hingga 2 juta.
Zhejiang adalah kawasan industri besar dengan populasi sekitar 65 juta jiwa, dan merupakan basis bagi banyak bisnis Jepang.
Penghitungan di Provinsi Shandong adalah 21. Angka pusat juga menunjukkan perbedaan besar dengan angka harian yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan di Qingdao, Jumat lalu.
Sumber: Nippon Hoso Kyokai/NHK (Nhk.or.jp)
