Kandungan Alga Merah dapat Menghambat Penuaan Dini dan Parkinson

Ilustrasi rumput laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Peneliti dari Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences (IOCAS), China, Jing Wang, mengatakan struktur dan komposisi kimia poly oligosaccharides khususnya dari alga merah memiliki peluang pemanfaatan dalam biomedis.

“Aktivitas polisakarida/oligosakarida dalam alga merah mengandung antivirus, antioksidan, antitumor, antikoagulasi, imunoregulasi, mengatur flora usus,” kata Jing Wang.

“Kandungan-kandungan tersebut secara ilmiah dapat menghambat penuan dini, tumor, penyakit Alzheimer hingga Parkinson pada manula. Fakta ini tentu saja akan meningkatkan nilai alga merah sebagai komoditas ekonomi tinggi.”

Hal ini disampaikan dalam webinar bertajuk Tropical Seaweed Cultivation, Selasa (29/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Webinar Series 3 And Virtual Training 2022 Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat yang diselenggarakan Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat Fahrurrozi mengatakan kegiatan ini dapat dijadikan ajang mengenalkan penelitian terkait rumput laut yang dilakukan oleh para peneliti di BRIN.

“Seminar daring ini harapannya, membawa kampanye yang baik untuk perkembangan penelitian dan budidaya rumput laut di masa depan,” kata Fahrurrozi.

Kepala Pusat Pusat Riset Oseanografi Udhi Eko Hernawan mengatakan webinar ini akan menghadirkan sharing pengetahuan dari penelitian di China, tentang praktik budidaya rumput laut, sebab rumput laut mempunyai manfaat dari faktor ekonomi hingga factor saintis yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga kualitas air.

Perwakilan dari IOCAS lainnya, Delin Duan menjelaskan, Cina sebagai negara penghasil rumput laut terbesar di Asia dan Dunia. Sekitar 78% produksi rumput laut global pada tahun 2005 berasal dari China dan meningkat menjadi 95% di tahun 2020.

Hal ini karena sistem pembibitan dan budidaya rumput laut termasuk sistem isolasi dan pengawetan stok yang mendukung industri rumput laut sudah mapan.

Saat ini industri rumput laut tidak hanya diterapkan pada bidang pangan, melainkan juga pada perkembangan industri biokimia dimana kerja sama regional dan internasional sangat diperlukan.

Menurut Delin tantangan yang sedang dihadapi industri rumput laut saat ini adalah perlunya sumber daya rumput laut sebagai sektor ketahanan pangan, pemanfaatan penuh sumber daya rumput laut serta ketersediaan teknologi ekstraksi serta pemanfaatannya.

Exit mobile version