Darilaut – Sejak 13 Mei 2022, kasus cacar monyet (Monkeypox) telah menyebar di 12 Negara yang tidak endemik virus cacar monyet.
Negara-negara tersebut masing-masing Australia, Belgia, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris dan Amerika.
Penyelidikan epidemiologi sedang berlangsung, namun, kasus yang dilaporkan sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan yang mapan ke daerah endemik.
WHO melaporkan berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, kasus terutama tetapi tidak secara eksklusif telah diidentifikasi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Hal ini diketahui dari perawatan primer dan klinik kesehatan seksual.
WHO memperkirakan akan ada lebih banyak kasus cacar monyet yang teridentifikasi seiring meluasnya pengawasan di negara-negara non-endemik.
Tindakan segera berfokus dengan menginformasikan mereka yang mungkin paling berisiko terinfeksi cacar monyet dengan informasi yang akurat, untuk menghentikan penyebaran lebih lanjut.
Bukti yang ada saat ini menunjukkan bahwa mereka yang paling berisiko adalah mereka yang pernah melakukan kontak fisik dekat dengan seseorang yang mengidap monkeypox, sementara mereka masih menunjukkan gejala.
WHO juga bekerja untuk memberikan panduan untuk melindungi penyedia layanan kesehatan garis depan dan petugas kesehatan lainnya yang mungkin berisiko seperti petugas kebersihan. WHO akan memberikan lebih banyak rekomendasi teknis dalam beberapa hari mendatang.
Deskripsi Wabah
Hingga 21 Mei pukul 13:00, tercatat 92 kasus yang dikonfirmasi sesui hasil pemeriksaan di laboratorium. Terdapat 28 kasus suspek cacar monyet dan penyelidikan masih berlangsung.
Kasus ini dilaporkan ke WHO yang berasal dari 12 negara anggota yang tidak endemik virus cacar monyet (Lihat Gambar). Tidak ada kematian terkait yang dilaporkan hingga saat ini.
Kasus yang dilaporkan sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan yang mapan ke daerah endemik.
Sampai saat ini, semua kasus yang sampelnya dikonfirmasi oleh PCR telah diidentifikasi terinfeksi clade Afrika Barat.
Urutan genom dari sampel swab dari kasus yang dikonfirmasi di Portugal, menunjukkan kecocokan virus monkeypox yang menyebabkan wabah saat ini, dengan kasus yang berasal dari Nigeria ke Inggris, Israel dan Singapura pada 2018 dan 2019.
Identifikasi kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan dicurigai tanpa hubungan perjalanan langsung ke daerah endemik merupakan peristiwa yang sangat tidak biasa.
Surveilans sampai saat ini di daerah non-endemis masih terbatas. WHO mengharapkan lebih banyak kasus di daerah non-endemik akan dilaporkan.
Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa penularan dari manusia ke manusia terjadi di antara orang-orang yang kontak fisik dekat dengan kasus-kasus yang bergejala.
Selain wabah baru ini, WHO terus menerima update status laporan kasus monkeypox yang sedang berlangsung melalui mekanisme surveilans (Integrated Disease Surveillance and Response) untuk kasus di negara endemik.
Negara-negara endemik cacar monyet adalah: Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Ghana (hanya diidentifikasi pada hewan), Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Sudan Selatan.
