Menanam Karang di Bunaken

Karang Bunaken

FOTO: DOK. BALAI TN BUNAKEN/LHK

AKHIR Oktober, berbagai kalangan menanam karang di sejumlah titik di Taman Nasional (TN) Bunaken. Kegiatan ini serangkaian dengan usia TN Bunaken ke 27 dan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr Farianna Prabandari mengatakan, kegiatan penanaman karang ini untuk mengajak komitmen para pihak bersama-sama dalam pelestarian kawasan. Upaya pemulihan ekosistem ini juga sebagai ajang edukasi lingkungan agar bisa berwisata alam yang baik.

Wisata yang baik di Bunaken, kata Farianna, seperti tidak berdiri menginjak karang, mematahkan dan mengambil specimen, serta mempertahankan keutuhan habitat.

Selama ini banyak yang menyampaikan karang di perairan Pulau Bunaken rusak. Untuk itu, mari bersama-sama memperbaiki dan memulihkan ekosistemnya.

Kegiatan penanaman karang dilaksanakan di Pulau Bunaken dan bagian selatan. Di Pulau Bunaken, lebih dari 75 orang dari 32 lembaga hadir dan melakukan penanaman karang. Antara lain Balai TN Bunaken, pemerintah provinsi, pemerintah Kota Manado, Lantamal VIII, Polsek Bunaken Kepulauan, Babinsa, LSM, Dive center dan Perguruan Tinggi serta masyarakat.

Di bagian selatan, hadir dalam kegiatan penanaman 25 orang. Berasal dari anggota SPTN 2, kelompok mitra Cahaya Trans, Cahaya Tatapaan, anggota kader konservasi, kelompok sadar wisata dan dive center pesisir selatan. Jumlah bibit yang ditanam 750 fragmen pada 50 media transplant. Penanaman dengan media berupa ram besi yang telah dilumuri dengan pasir.

Lokasi penanaman di Pulau Bunaken berada di Fukui, Alung Banua dan Tawara divespot. Sebanyak 40 media tanam karang melalui perlakuan asesual dilepaskan. Penanaman karang dilakukan dengan transplantasi fragmen atau anakan karang pada substrat alami karang mati. Fragmen diambil dari patahan karang serta indukan di Tawara.

Menurut Farianna, kegiatan penanaman karang bisa dilakukan kapan saja. Tanpa harus melalui kegiatan yang diselenggarakan Balai TN Bunaken. Berkoordinasi dengan balai TN Bunaken untuk menentukan jenis dan lokasi.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Ronald Sorongan , Taman Nasional Bunaken memegang tiga fungsi strategis. Fungsi pelestarian keanekaragaman hayati pesisir dan laut, mendukung kehidupan dan penghidupan masyarakat setempat, serta pengembangan pariwisata alam.

Untuk mengoptimalkan manfaat positif dari ketiga fungsi tersebut dibutuhkan pola pengelolaan secara terpadu dan sinergis dari segenap stakeholders terkait pengelolaannya.*

Exit mobile version