Kamis, Juli 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

redaksi
4 Februari 2026
Kategori : Berita, Konservasi
0
Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Bali Ocean Days 2026. FOTO: BRIN

Darilaut – Indonesia memiliki tujuh cagar biosfer kepulauan dan pesisir yang masuk dalam World Network of Island and Coastal Biospheres (WNICB). Pengelolaan cagar biosfer tersebut dibahas di Bali Ocean Days 2026.

Tujuh cagar biosfer tersebut yaitu CB Komodo, CB Siberut, CB Wakatobi, CB Taka Bonerate – Kepulauan Selayar, CB Bunaken Tangkoko Minahasa, CB Karimunjawa Jepara Muria, dan CB Raja Ampat.

Pengelolaan cagar biosfer ini bertujuan mendukung konservasi keaneakaragaman hayati laut dan pesisir serta mendorong pariwisata berkelanjutan dalam rangka mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Saat ini masih banyak tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan cagar biosfer, “khususnya konservasi keanekaragaman hayati laut dan pesisir serta ekowisata berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Komite Nasional Indonesia Man and the Biosphere (MAB) UNESCO, Virni Budi Arifanti.

Virni  mengatakan tekanan terhadap lingkungan secara alami maupun antropogenik dan wisata massal (mass tourism) yang melebihi daya dukung lingkungan akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati laut dan pesisir, serta memberikan dampak negatif terhadap spesies endemik dan sosial ekonomi masyarakat lokal.

Dalam menanggulangi hal ini, pihaknya mendorong pengelolaan cagar biosfer dengan menerapkan strategi pengelolaan cagar biosfer berdasarkan pendekatan ekosistem lanskap (landscape ecosystem approach).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Bali Ocean DaysBRINCagar BiosferMan and the Biosphere UNESCOVirni Budi Arifanti
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Masa Depan Prakiraan Cuaca

Next Post

Badai Tropis Penha Terbentuk di Timur Mindanao, Laut Filipina

Postingan Terkait

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

15 Juli 2026
Krisis Teluk Persia dan Selat Hormuz Berdampak pada Ketahanan Pangan di Seluruh Dunia

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

15 Juli 2026

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Badai Tropis Penha Terbentuk di Timur Mindanao, Laut Filipina

Badai Tropis Penha Terbentuk di Timur Mindanao, Laut Filipina

TERBARU

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

AmsiNews

REKOMENDASI

Foto: Melepas Senja di Teluk Tomini

Topan Kalmaegi Menewaskan 6 Orang di Kota Canlaon Filipina

Cara Menghitung Kerusakan Terumbu Karang Akibat Tabrakan Kapal, Kasus Caledonian Sky

Kelomang Ada 1.192 Spesies

Menguak Sejarah Indonesia di Meksiko, Keterkaitan dengan Filipina Melalui Spanyol

102 Ton Sampah Dikumpulkan di Jakarta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.