KAPOPOSANG terletak di Kepulauan Spermonde. Secara administratif lokasi ini masuk dalam wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Provinsi Sulawesi Selatan.
Menuju lokasi ini dengan menggunakan perahu bermotor. Akses pelayaran bisa melalui pelabuhan Paotere dan Popsa. Lama pelayaran dengan perahu motor enam jam.
Ada pula pelayaran hanya dengan waktu dua sampai tiga jam. Ini menggunakan perahu cepat (speed boat).
Pelayaran lain ke Kapoposang melalui pelabuhan Kalibone-Maros dan Pangkep, dengan waktu tempuh tujuh sampai delapan jam.
Sebelum pengelolaan kawasan ini dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berada di Kementerian Kehutanan.
Pada 12 September 1996 Menteri Kehutanan mengeluarkan SK Nomor 588/Kpts-VI/1996 tentang penetapan Kepulauan Kapoposang sebagai Taman Wisata Alam Laut. Luas kawasan 50.000 hektare.
Selanjutnya, pengelolaan diserahkan ke KKP pada 2009. Berita acara serah terima dari Kementerian Kehutanan ke KKP dengan nomor BA.01/menhut-IV/2009 dan Nomor BA. 108/MEN.KP/III/2009, tanggal 4 maret 2009.
Kawasan ini menjadi Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut di sekitarnya (TWP Kepulauan Kapoposang). TWP Kapoposang kemudian ditetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan melalui Kep.66/Men/2009 pada 3 September 2009.
***
Terdapat 3 pintu (pelabuhan) untuk masuk ke TWP Kapoposang. Di pelabuhan Pulau Kondongbali untuk kunjungan penduduk dari luar kawasan. Pelabuhan pulau Papandangan untuk transportasi internal (wisata dan biasa). Pelabuhan pulau Kapoposang untuk kunjungan wisata.Bagian tenggara Kepulauan Kapoposang memiliki pantai berpasir putih yang luas. Ini biasanya menjadi tempat wisata.
Pulau Kapoposang sudah lama dikenal sebagai tempat diving dan snorkeling bagi wisatawan. Beberapa spot masih terumbu karang masih terlihat indah.
Sebagai destinasi wisata, titik penyelaman di Kapoposang berada di gua (cave point), titik hiu (shark point) dan penyu (turtle point).
Tingkat kepadatan penduduk di kepulauan Kapoposang relatif rendah, di banding pulau lainnya di Sulawesi Selatan. Dengan luas daratan 84 hektar, jumlah penduduk 3.174 jiwa. Artinya, kepadatan penduduk di TWP Kepulauan Kapoposang sekitar 37 jiwa/ha.
Kapoposang berbatasan dengan Selat Makasar di sebelah utara dan Mattiro Walie di timur. Kemudian, perairan Kota Makassar di selatan dan dengan Liukang Kalmas serta Selat Makasar di sebelah barat.
Mata pencaharian utama penduduk setempat, aktivitasnya berhubungan dengan hasil laut. Potensi perikanan yang dominan jenis Lutjanus decussates, Siganus Spp dan Naso spp.
Yang berpotensi sebagai ikan hias dan daya tarik wisata jenis Hemitaurichtys polylepis dan Chaetodon kleini dari suku Chaetodontidae. Jenis-jenis ikan ini masing-masing dapat ditemui pada daerah paparan terumbu karang dan drop off.
***
TWP Kapoposang berada dibawah Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP.
Kepala BKKPN Kupang Ir Ikram M Sangadji MSi mengatakan, Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang terdiri atas tiga pulau berpenghuni. Pulau itu, masing-masing Kapoposang, Papandangan dan Gondong Bali. Tiga pulau lagi tidak berpenghuni yakni, Suranti, Pamanggangan dan Tambakulu. Hamparan pasir putih ada di tiga pulau kecil itu.
Terdapat pula lokasi dengan kondisi terumbu karang yang mengalami kerusakan. Kerusakan ini karena penggunaan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan.
Terumbu karang yang rusak dapat ditemukan di perairan pulau kondongbali dan Papandangan.
Lokasi terumbu karang lainnya ada yang mati karena ditutupi lumut. Umumnya dari jenis Acropora spp. Ada pula koloni karang yang mulai tumbuh kembali.
Pada 27 hingga 31 Oktober, TWP Kapoposang bersama sejumlah mahasiswa magang Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin dan masyarakat melakukan transplantasi karang.
Kegiatan transplantasi ini dengan menggunakan media meja beton, diberi nama “Piracora” atau piramida coral. Selain transplantasi karang dilakukan bimbingan teknis di Kapoposang.*
