SEPANJANG 2018 terjadi beberapa kasus hiu paus terdampar di sejumlah lokasi pantai di Indonesia. Kasus terdamparnya hiu paus (whale shark) ini banyak menarik perhatian publik.
Terdapat perbedaan perlakuan terdamparnya hiu paus (Rhincodon typus) tersebut. Ada yang dikubur, dipotong-potong, dimasak dan dimakan.
Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Ing Widodo S Pranowo mengatakan, terdamparnya hiu paus ini apakah karena terjadi degradasi lingkungan laut, ada gangguan atau anomali di lapisan massa air sebagai media propagasi akustik perlu dikaji lebih jauh.
Gangguan ini bisa secara natural atau faktor manusia. Karena itu, perlu dikaji secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai bidang keahlian.
Berikut ini beberapa kasus terdamparnya hiu paus sepanjang 2018.
Pesisir Desa Lion, Bolaang Mongondow Selatan
Seekor hiu paus terperangkap dalam jaring nelayan di perairan Desa Lion, Kecamatan Posigadan, Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi ini termasuk dalam wilayah Teluk Tomini.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan sudah mati, dilakukan pemotongan bangkai hiu paus.
Tanjung Perak-Sukorejo, Gresik
Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Surabaya II membawa dua bangkai hiu paus yang ditemukan nelayan di perairan Tanjung Perak, Surabaya ke Instalasi Karantina Puspa Agro. Bangkai hiu tersebut diangkut menggunakan truk dari tepi Sungai Kali Lamong, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, pada 4 Juli.
Bantul
Seekor hiu paus (Rhyncodon typus) ditemukan terdampar dan mati di pantai pantai Parangkusumo, Parangtritis Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (27/8). Penanganan nekropsi (bedah) telah dilakukan bersama tim Universitas Gadjah Mada, dengan cara mengambil sampel darah dan daging tidak ditemukan keanehan dalam tubuh hiu paus ini.
Di beberapa bagian hiu paus terdapat goresan karang. Di tubuh hiu paus ini juga tidak ditemukan adanya alat taging atau penanda yang biasa ditempelkan peneliti untuk mengamati pergerakan hiu paus. Hiu paus yang terdampar ini berjenis kelamin jantan. Memiliki panjang empat meter, lebar 1,5 meter dan bobot lebih dari 1 ton.
Pulau Mansinam, Manokwari
Pada 8 September, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih mendapatkan laporan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) mengenai terdamparnya hiu paus di Pulau Mansinam-Manokwari pada pukul 09.00 WIT.
Hiu paus ini berjenis kelamis jantan, panjang total 8,8 meter dengan lingkar tubuh 4,4 meter. Ditemukan terdampar di sebelah timur pulau Mansinam. Tidak ada bekas luka di tubuhnya, dan matanya berwarna merah darah.
Pantai Desa Kaliuntu, Tuban
Seekor hiu paus ditemukan mati terdampar di Pantai Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Bangkai hiu paus ini kemudian dikubur Satuan Pengawas Kelautan dan Perikanan (SDKP) Lamongan, pada Rabu (26/9).
Sungai Padang, Belitung
Seekor ikan hiu paus berada sangat dekat dengan kapal nelayan Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Nelayan tersebut kemudian mengelus-elus kepala hiu paus yang bereaksi sangat jinak. Foto diposting pada Selasa (2/10).
Jakarta
Saat melakukan patroli laut, Pengawas Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, mendapati hiu paus ada dalam jaring nelayan. Petugas Pengawas Perikanan ini langsung meminta hiu paus tersebut segera dilepas kembali ke laut, Kamis (8/11).
Pantai Ayam Putih, Kebumen
Pada Jumat (9/11) seekor hiu paus terdampar di pantai Ayam Putih Bulupesantren, Kebumen. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Cilacap telah mendatangi lokasi tersebut.
Aparat desa yang mendapatkan informasi terdamparnya hiu paus menemukan kondisi satwa laut ini tidak utuh. Hiu paus berukuran sekitar 7 meter itu telah dipotong-potong. Tubuh hiu paus dicacah untuk dimasak dan dikonsumsi.*
