Darilaut – Penemuan seekor hiu paus (Rhincodon typus) mati terdampar di Pantai Pasir Puncu, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Senin (8/12), memicu gerak cepat sejumlah instansi. Ikan terbesar di dunia yang memiliki panjang 5,2 meter tersebut ditemukan warga dalam kondisi sudah tak bernyawa sekitar pukul 05.15 WIB.
Sehari sebelumnya, ikan raksasa itu sempat terlihat terdampar di Pantai Roro Inten, Desa Pagak, namun kembali terseret ombak sebelum warga sempat menolong. Warga mengungkapkan, hiu paus tersebut tampak lemas dan tidak aktif.
“Kemarin terlihat di tepi pantai, tapi tidak sempat dievakuasi,” ujar salah satu nelayan setempat. Dugaan sementara, hiu paus yang ditemukan mati di Purworejo ini adalah individu yang sama dengan yang terdampar di Pantai Cemoro Sewu pada 6 Desember 2025.
Setelah laporan masuk ke pemerintah desa, tim gabungan dari Pos AL Purworejo, Polsek Ngombol, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP), serta Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Wilker Yogyakarta langsung menuju lokasi. Dua dokter hewan, masing-masing dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Yayasan Sealife Indonesia, turut diterjunkan.
Karena bobot hiu paus diperkirakan lebih dari satu ton, upaya pengangkatan secara manual tidak berhasil. Setelah itu, sebuah ekskavator milik Dinas PUPR Purworejo didatangkan untuk memindahkan bangkai ke area vegetasi pantai guna proses penguburan.




