Sabtu, Oktober 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tren Memprihatinkan: 24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa dalam 3 Tahun

Novita J. Kiraman
10 Desember 2025
Kategori : Berita, Hiu Paus
0
Tren Memprihatinkan: 24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa dalam 3 Tahun

Seekor hiu paus berukuran 5,5 meter terdampar di Pantai Pasir Puncu, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tenggah, pada Senin (8/12), pagi. Spesies ikan dengan nama latin Rhincodon typus itu sudah menjadi bangkai saat terdampar di pantai. FOTO: ARIEF NUGROHO/SEALIFE INDONESIA.

Darilaut – Kasus hiu paus mati terdampar di Pantai Pasir Puncu, Purworejo, awal pekan ini kembali menegaskan tren meningkatnya keterdamparan megafauna laut di wilayah selatan Jawa. Seekor hiu paus jantan sepanjang 5,2 meter ditemukan mati pada Senin (8/12), setelah sehari sebelumnya dilaporkan terdampar dalam keadaan lemah di titik lain di garis pantai yang sama.

Peristiwa ini menambah panjang daftar keterdamparan hiu paus di kawasan selatan Jawa. Berdasarkan data LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, dalam tiga tahun terakhir terjadi 24 kejadian keterdamparan, dengan Purworejo mencatat sedikitnya tiga kasus. Seluruh rangkuman kejadian menunjukkan pola yang konsisten: puncak keterdamparan terjadi pada kuartal keempat setiap tahun, terutama Oktober-November.

Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra, menegaskan bahwa selatan Jawa kini menjadi pusat keterdamparan hiu paus. Ia menjelaskan bahwa fenomena oseanografi berupa upwelling penurunan suhu permukaan laut dan peningkatan produktivitas perairan menjadi magnet bagi hiu paus untuk mencari makan.

“Namun perubahan iklim dapat menggeser distribusi mangsa, memicu cuaca ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan hiu paus,” ujar Iqbal.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Hiu PausPurworejoSelatan Jawa
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Nekropsi Temukan Udang Rebon dalam Lambung Hiu Paus, Indikasi Keracunan Muncul

Next Post

FK UNG Cetak Prestasi Nasional Lewat Delegasi IMSEP 2025

Postingan Terkait

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

24 Oktober 2026
Sabtu Dinihari Gerhana Bulan Penumbra, Selama 3 Jam 18 Menit

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

24 Oktober 2026

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Next Post
FK UNG Cetak Prestasi Nasional Lewat Delegasi IMSEP 2025

FK UNG Cetak Prestasi Nasional Lewat Delegasi IMSEP 2025

TERBARU

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 99W Berkembang di Laut Cina Selatan

Prof Aprilani Soegiarto: Pioner Oseanografi dan Ilmu Kelautan di Asia Tenggara

Mafindo Refleksi Tren Hoaks 2024–2025, Penggunaan Teknologi Deepfake Meningkat

Korban Tewas Akibat Topan Freddy di Malawi dan Mozambik 612 Orang, Ratusan Ribu Masih Mengungsi

Siklon 09S Mengarah ke Kepulauan Cocos di Samudra Hindia

Pertama di Dunia Virus Oz yang Ditularkan Kutu Membawa Kematian di Jepang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.