Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Esperanza, Kapal Tercepat Greenpeace Pensiun

redaksi
21 Maret 2022
Kategori : Berita
0
Esperanza, Kapal Tercepat Greenpeace Pensiun

Kapal Esperanza di lepas pantai Greenland pada 2011 selama kampanye untuk mencegah pengeboran minyak di Kutub Utara. FOTO: JIRI REZAC/GREENPEACE

Darilaut – Kapal terbesar milik Greenpeace Internasional, Esperanza, tidak akan lagi dioperasikan karena meninggalkan jejak karbon.

Kapal Esperanza pensiun setelah dua dekade beroperasi. Mengutip situs web Greenpeace.org, selama lebih dari 20 tahun, kapal Esperanza adalah armada terbesar dan tercepat di Greenpeace.

Kapal ini dibangun tahun 1984 di Gdansk, Polandia. Bekas kapal pemadam kebakaran Rusia tersebut diakuisisi oleh Greenpeace pada 2000.

Esperanza menjalankan operasi penangkapan paus, transportasi nuklir, penangkapan ikan ilegal, penebangan liar, serta penelitian ilmiah dan iklim dan energi.

Dengan bekerja sama dengan ilmuwan dan jurnalis, kapal ini digunakan untuk mengungkap kegiatan ilegal dan melakukan studi inovatif.

Esperanza dikenal sebagai kapal tercepat dan mampu melintasi es membuat kapal ini juga digunakan untuk ekspedisi di kutub.

Dengan kecepatan tinggi, kapal Esperanza digunakan untuk pengejaran dan mencapai tempat-tempat yang belum banyak diakses atau dikunjungi orang.

Seringkali di daerah paling terpencil inilah kejahatan lingkungan dan kemanusiaan terburuk terjadi.

Kapal ini juga pernah membawa bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan. Seperti gempa Haiti tahun 2010, dan badai Bopha 2012 yang menghancurkan Filipina.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: GreenpeacekapalKapal Esperanza
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Senin Ini Bibit 93S Akan Menjadi Siklon Tropis

Next Post

Siklon Tropis Charlotte Terbentuk di Selatan Jawa

Postingan Terkait

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

6 September 2026
Dentuman Gunung Anak Krakatau

Dentuman Gunung Anak Krakatau

6 September 2026

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Next Post
Siklon Tropis Charlotte Terbentuk di Selatan Jawa

Siklon Tropis Charlotte Terbentuk di Selatan Jawa

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

AmsiNews

REKOMENDASI

Berlayar Tanpa Dokumen, Kapal Alam Raya Indah Ditangkap TNI Angkatan Laut

Dari Amerika Serikat, 398 ABK Indonesia Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Data Terbaru WHO, Miliaran Orang Menghirup Udara Tidak Sehat

Hurricane Milton Meninggalkan Banjir, Pohon Tumbang dan Rumah Tanpa Listrik di Semenanjung Yucatan

Hari Meteorologi, Indonesia Butuh 9 Satelit Untuk Tingkatkan Deteksi Dini Bencana

Badan Riset Ingin Tingkatkan Penguasaan Teknologi Budidaya Perikanan Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.