Senin, Oktober 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Efek Ekologis Polusi Plastik dan Perubahan Iklim

redaksi
7 April 2022
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Sampah plastik di laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Perubahan iklim dan polusi plastik saling berhubungan. Beberapa dampak meteorologi atau fisik dari perubahan iklim diketahui mempengaruhi konsentrasi dan distribusi plastik di dunia, pada skala yang berbeda.

Semua ini mengarah pada peningkatan konsentrasi plastik, setidaknya secara lokal.

Meskipun sering dianggap terpisah, perubahan iklim dan polusi plastik terkait secara langsung dan tidak langsung.

Keduanya merupakan salah satu tantangan ekologis terbesar yang dihadapi saat ini secara global dan di Kutub Utara. Paling tidak keduanya memiliki asal usul fosil yang sama, minyak dan gas.

Kondisi ini telah dijelaskan sejumlah ilmuwan yang membuat tinjauan polusi plastik di Arktik dan telah diterbitkan di Nature.com, 5 April 2022.

Ilmuwan dalam studi ini masing-masing Melanie Bergmann, France Collard, Joan Fabres, Geir W. Gabrielsen, Jennifer F. Provencher, Chelsea M. Rochman, Erik van Sebille & Mine B. Tekman.

Pemanasan global tiga kali lebih cepat di Kutub Utara dibandingkan dengan bagian planet lainnya, sehingga ekosistem Kutub Utara sudah berada di bawah tekanan berat.

Salah satu dampak perubahan iklim yang paling menonjol adalah mencairnya kriosfer. Es laut menarik mikroplastik selama pembentukannya dan melepaskannya selama pencairan.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKutub UtaraPerubahan IklimPolusi Plastiksampah plastikSamudra Arktik
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Polusi Plastik Mengancam Kutub Utara

Next Post

Bibit Siklon Tropis 96W Berkembang di Utara Brunei Darussalam

Postingan Terkait

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

26 Oktober 2026
Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

26 Oktober 2026

Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Tropical Storm In-fa Intensifies into a Typhoon near the Marshall Islands in the Western Pacific

Kreativitas Mahasiswa KKN UNG Olah Pangan Lokal Biji Teratai

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Badai Tropis In-fa Menguat Menjadi Topan di Samudra Pasifik Barat

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Next Post
Bibit Siklon Tropis 96W Berkembang di Utara Brunei Darussalam

Bibit Siklon Tropis 96W Berkembang di Utara Brunei Darussalam

Komentar tentang post

TERBARU

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Tropical Storm In-fa Intensifies into a Typhoon near the Marshall Islands in the Western Pacific

Kreativitas Mahasiswa KKN UNG Olah Pangan Lokal Biji Teratai

Miliaran Orang Terganggu Kehidupannya Akibat Hilangnya Keanekaragaman Hayati

AmsiNews

REKOMENDASI

Lumba-Lumba Merah Muda

Refleksi Akhir Tahun: FMIPA Terbanyak Kontribusi Guru Besar di UNG

KPU Kabupaten Gorontalo Beri Penghargaan Pilkada

Bangkai Paus Sperma di Teluk Osaka Dikubur di Laut

Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

Siklon Senyar, 74 Orang Meninggal Dunia dan 78 Hilang di Kabupaten Agam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.