Sabtu, Oktober 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

redaksi
17 November 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

Gas rumah kaca utama, karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan Nitrous Oxide (N2O). GAMBAR: WMO

Darilaut – Tiga senyawa kimia, karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan Nitrous Oxide (N2O) penyumbang gas rumah kaca terbanyak.

Dalam siaran pers Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization – WMO) Rabu (15/11) karbon dioksida merupakan gas rumah kaca terpenting di atmosfer, menyumbang sekitar 64%. Kemudian, metana menyumbang sekitar 16% dan Nitrous Oxide (N2O) sekitar 7%.

Indeks Gas Rumah Kaca Tahunan menunjukkan bahwa dari tahun 1990 hingga 2022, dampak pemanasan terhadap iklim kita – called radiative forcing – oleh gas rumah kaca yang berumur panjang – meningkat sebesar 49%. Dari jumlah tersebut, karbon dioksida menyumbang sekitar 78%.

Karbon dioksida yang berdampak pemanasan terhadap iklim, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil dan produksi semen.

Peningkatan rata-rata tahunan sebesar 2,2 bagian per juta (ppm) dari tahun 2021 hingga 2022 sedikit lebih kecil dibandingkan tahun 2020 hingga 2021 dan selama dekade terakhir (2,46 ppm tahun).

Alasan yang paling mungkin adalah peningkatan penyerapan CO2 di atmosfer oleh ekosistem darat dan laut setelah beberapa tahun terjadinya peristiwa La Nina.

Oleh karena itu, perkembangan peristiwa El Nino pada tahun 2023 dapat berdampak pada konsentrasi gas rumah kaca.

Sementara metana adalah gas rumah kaca yang kuat dan bertahan di atmosfer selama sekitar satu dekade.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaMetanaNitrous OxidePerubahan IklimWorld Meteorological Organization
Bagikan13Tweet2KirimKirim
Previous Post

Integrasi Ilmu dan Kebijakan Dalam Menanggapi Perubahan Iklim Global

Next Post

Suhu Panas Menyerang Indonesia

Postingan Terkait

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

10 Oktober 2026
Pelatihan Cek Fakta di Gorontalo, AMSI: Publik Butuh Konten yang Sehat

AMSI Bahas Hak Cipta dan Royalti Karya jurnalistik

10 Oktober 2026

Kolaborasi Peneliti Indonesia dan Jerman Temukan 8 Spesies Baru Krustasea di Laut Sulawesi Utara

El Niño Terkuat Tahun Ini Diprediksi Dapat Menyebabkan 451 Ribu Kematian di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia

Suhu Permukaan Laut dan Prediksi Curah Hujan Global Oktober Hingga Desember 2026

Anomali Suhu Permukaan Laut di Pasifik Khatulistiwa Pusat Fenomena El Niño

El Niño Makin Menguat, NOAA: Anomali di Wilayah Indonesia Pasifik Barat Khatulistiwa

El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif Hambat Pertumbuhan Awan Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Next Post
Suhu Panas Menyerang Indonesia

Suhu Panas Menyerang Indonesia

TERBARU

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

AMSI Bahas Hak Cipta dan Royalti Karya jurnalistik

Kolaborasi Peneliti Indonesia dan Jerman Temukan 8 Spesies Baru Krustasea di Laut Sulawesi Utara

El Niño Terkuat Tahun Ini Diprediksi Dapat Menyebabkan 451 Ribu Kematian di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia

Suhu Permukaan Laut dan Prediksi Curah Hujan Global Oktober Hingga Desember 2026

Anomali Suhu Permukaan Laut di Pasifik Khatulistiwa Pusat Fenomena El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Remaja di Australia Meninggal Karena Sengatan Ubur-ubur Kotak

Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Pesan Kaka Slank: Kurangi Pemakaian Plastik

Petugas PSDKP Tarakan Tangkap 3 Pelaku Bom Ikan di Berau

Bawa Angin Kencang, Mata Topan Danas Mendarat di Barat Daya Taiwan

Pemerintah Provinsi Kaltim Segera Bentuk UPTD Kawasan Konservasi Berau

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.