Darilaut – Kapal Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) tenggelam di Teluk Thailand pada Minggu (18/12) pukul 23:30 waktu setempat.
Korvet HTMS Sukhothai (FS-442) tersebut sedang berpatroli 20 mil dari pelabuhan di distrik Bang Saphan, Thailand Tengah ketika gelombang kuat menyebabkan air masuk ke sistem kelistrikan kapal.
Mengutip News.usni.org, hal ini mengakibatkan hilangnya tenaga dan kendali kapal seiring dengan masuknya air ke lambung kapal yang menyebabkan kapal menjadi miring.
Kantor Berita Associated Press (AP) Senin (19/12) melaporkan kapal dan helikopter angkatan laut Thailand mencari lebih dari dua lusin pelaut yang masih hilang lebih dari 12 jam setelah kapal perang tersebut tenggelam di laut lepas di Teluk Thailand.
Gelombang tinggi yang menyebabkan kecelakaan itu telah berkurang sejak tenggelamnya Minggu malam, tetapi masih cukup tinggi dan membahayakan kapal-kapal kecil, demikian diumumkan angkatan laut.
Seorang anggota kru yang selamat saat diwawancarai oleh televisi PBS Thailand mengatakan harus mengapung di laut selama tiga jam sebelum dia diselamatkan.
Kru tersebut mengatakan saat tenggelam Minggu malam kapal itu dihantam gelombang setinggi 3 meter (10 feet), ini yang mempersulit upaya penyelamatan.
Kendali kapal menjadi sulit karena angin kencang dan air laut yang masuk ke HTMS Sukhothai mempengaruhi sistem kelistrikan.





Komentar tentang post