Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mocha Meningkat Menjadi Badai Siklon yang Sangat Parah di Teluk Benggala

redaksi
12 Mei 2023
Kategori : Berita
0
Kevin Menguat Menjadi Siklon Tropis Kategori 5 di Timur New Caledonia

Ilustrasi siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Intensitas siklon tropis Mocha telah meningkat menjadi badai siklon yang sangat parah (Very severe cyclonic storm) Jumat (12/5).

Siklon yang terbentuk di Teluk Benggala tersebut merupakan sistem yang berbahaya. Sistem ini diperkirakan membawa angin yang merusak, hujan deras, gelombang badai, laut yang ganas, serta dapat menyebabkan tanah longsor, dan banjir bandang.

Selama enam jam terakhir, Mocha terletak 1078 km selatan-barat daya Coxs Bazar, dan telah bergerak ke utara dengan kecepatan 11 km per jam (6 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Prakiraan resmi, dalam dua hari ke depan, intensitas puncak dapat menjadi 220 km per jam (120 knot). Hal ini mengingat sebagian besar pedoman intensitas menunjukkan kemungkinan periode intensifikasi cepat, yang mungkin sudah berlangsung.

Satu-satunya faktor pembatas potensial adalahsedikit suhu permukaan laut yang lebih dingin (28°C) dan kandungan panas laut yang lebih rendah di lepas pantai Myanmar. Akan tetapi intensitas puncak masih mungkin tercapai hanya beberapa jam sebelum pendaratan.

Setelah mendarat, menurut JTWC, dalam waktu sekitar 60 jam, sistem ini diperkirakan akan menghilang dengan cepat karena berinteraksi dengan medan kasar (daratan) di Myanmar.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badai SiklonBangladeshJTWCMyanmarSiklon TropisTeluk BenggalaTopan Mocha
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

BPKP Goes to Campus Bersama Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo

Next Post

Hamka, Ismail dan Refleksi Penjabat Gubernur

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Model Baru Menanggulangi Pandemi dalam Perspektif Non-Medis

Hamka, Ismail dan Refleksi Penjabat Gubernur

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Kayu Tenggelam di Teluk Jakarta

Bunga Karang Raksasa, Salvador Dali, di Pulau Dulangka

Berfokus pada Kesehatan Laut, UNEP Buka Pendaftaran Champions of the Earth 2026 Hingga 15 April

Ahli Iklim UGM Bahas La Nina, Apa Saja yang Harus Diantisipasi

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Ini Respon BMKG Terkait Kabar Omicron Melalui Chemtrails

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.