Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Guchol Bergerak Lambat di Laut Filipina

redaksi
8 Juni 2023
Kategori : Berita
0
Topan Guchol Bergerak Lambat di Laut Filipina

Topan Guchol dengan nama lokal Filipina "Chedeng" bergerak lembat di Laut Filipina, Kamis (8/6). GAMBAR: PAGASA

Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Guchol yang terbentuk di Laut Filipina, meningkat secara bertahap menjadi Topan (Typhoon) Guchol, pada Kamis (8/6).

Sistem yang bergerak lambat di Samudra Pasifik tersebut, sebelumnya terbentuk sebagai badai tropis pada Selasa (6/6) malam dan meningkat menjadi Badai Tropis Parah (Severe Tropical Strom).

Berdasarkan trek lintasan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), dan Badan Meteorologi Jepang (JMA), sistem bergerak ke barat-barat laut dan barat laut.

Selama enam jam terakhir, Guchol dengan nama lokal Filipina “Chedeng” terletak 1196 kilo meter selatan-tenggara Pangkalan Udara Kadena, Okinawa. Sistem telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 11 km per jam (6 knot).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 8,2 meter (27 feet), kata JTWC.

Menurut PAGASA, di jalur perkiraan, Chedeng akan tetap jauh dari daratan Filipina. Sebelum mengarah ke utara, sistem ini diperkirakan akan bergerak secara umum ke barat laut.

Chedeng akan bergerak lambat hingga hari Sabtu (10/6) sebelum berakselerasi pada hari Minggu (11/6).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badan Meteorologi JepangJTWCLaut FilipinaPAGASASamudra PasifikSiklon TropisTopan Guchol
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Regulasi Sedimentasi Melindungi Pengambilan Pasir Laut Secara Ilegal

Next Post

World Oceans Day, Lautan Sumber Kehidupan

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
World Oceans Day, Lautan Sumber Kehidupan

World Oceans Day, Lautan Sumber Kehidupan

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tapah Terbentuk di Laut Cina Selatan, Akan Menguat Sebelum Mendarat di Guangdong

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Bertindak Lokal Memulihkan 30% Ekosistem yang Terdegradasi

Massive M7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara Caused by Flores Back-Arc Thrust Activity, Tsunami Waves Reach 10 Coastal Locations

Awal 2019, Hiu Paus Sudah Terlihat di Botubarani

Apakah Paus Pembunuh Ada di Teluk Tomini?

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.