Senin, Juni 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pengurangan Risiko Bencana Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

redaksi
5 Oktober 2018
Kategori : Berita
0
Pengurangan Risiko Bencana Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Jakarta – Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto meminta agar pembagian potensi kerawanan bencana di Indonesia disesuaikan karakteristik daerah.

“Nantinya strategi mitigasi pengurangan risiko bencana bisa disesuaikan dgn karakteristik daerahnya,” kata Eko dalam penyampaian analisis gempa dan tsunami, serta rekomendasi mitigasi untuk pengurangan risiko bencana di Indonesia di Media Center LIPI, Jakarta, Selasa (2/10).

Pengurangan risiko bencana ini dapat dimasukkan dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di tiap dinas di daerah. Harapannya program pengurangan risiko bencana dapat dijalankan dengan mekanisme mudah dan murah.

“Seperti jika bisa masuk ke Dinas Agama tiap daerah, kita bisa menjadikan program pengurangan bencana sebagai bagian praktek sosial keagamaan,” ujar Eko.

Eko mengingatkan, sampai saat ini, belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu secara akurat dan presisi memprediksi kapan datangnya bencana, terutama gempa bumi.

“Jika ada pendapat yang menyatakan mampu memprediksi kapan terjadi gempa bumi beserta kekuatan magnitudo-nya, bisa dipastikan itu adalah hoax,” kata Eko.

Menurut Eko, waktu geologis gempa bumi bisa jadi lebih cepat 50 tahun, bisa jadi lebih lambat ratusan tahun. Kita sampai saat ini tidak mengetahui segmen mana lagi sesar aktif akan bergerak. Yang bisa kita lakukan adalah waspada dan siaga.*

Tags: BencanaDonggala-Palu
Bagikan33Tweet2KirimKirim
Previous Post

Peneliti: Pemkot Gorontalo Mengacu Data Geologi Teknik

Next Post

Membangun Budaya Sadar Bencana

Postingan Terkait

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

22 Juni 2026
Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

22 Juni 2026

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

Kerja Sama UNG dan Pemerintah Parigi Moutong Berfokus pada Program Afirmasi Fakultas Kedokteran

Pengunjung Hiu Paus Botubarani Membludak di Akhir Pekan, Senin Antrian 232 Orang

Next Post
Pengurangan Risiko Bencana Disesuaikan dengan Karakteristik Daerah

Membangun Budaya Sadar Bencana

Komentar tentang post

TERBARU

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Panas, Banjir dan Gelombang Panas Meluas di Asia Tahun 2025

WMO Menyoroti  Siklon Senyar dan Curah Hujan di Asia

Topan Mekkhala Menguat di Laut Filipina, Akan Berbelok di Tenggara Taiwan

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Jebi Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Siap Bersaing di Kancah Dunia, UNG Gelar Workshop Global University Rankings System 2025

Mitigasi Tsunami di Selatan Jawa Perlu Diseriusi

Kejahatan Produk Hiu Hingga Badak Jawa, UNEP Berikan Penghargaan Penegakan Lingkungan Asia

Pandemi Covid-19 Berimbas Besar pada UMKM di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.