Darilaut – Lebih dari 1.600 orang tewas karena gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar pada Jumat 28 Maret 2025. Gempa bumi berkekuatan 7,7 dan 6,4 skala Richter melanda Sagaing, Myanmar.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan selain korban tewas, ribuan orang terluka setelah dua gempa bumi kuat tersebut. Ratusan orang terjebak di bawah puing-puing.
Kantor koordinasi bantuan PBB, OCHA, melaporkan pada hari Sabtu (29/3) bahwa rumah sakit di daerah itu kewalahan dengan kerusakan luas pada infrastruktur kesehatan.
Daerah yang terkena dampak adalah Bago, Magway, Mandalay, Nay Pyi Taw, Shan Timur Laut dan Sagaing.
Komunikasi internet terputus di kota utama Mandalay, dengan rute darat dan udara sangat terganggu.
Mitra kesehatan PBB sedang bersiap untuk mengerahkan tim bedah dan medis keliling, serta rumah sakit lapangan ke daerah yang terkena dampak, untuk memberikan intervensi medis yang menyelamatkan jiwa dan anggota tubuh kepada korban gempa.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa ratusan orang terjebak di bawah puing-puing di beberapa bangunan yang runtuh, termasuk setidaknya 50 pekerja konstruksi di ibukota Thailand Bangkok yang sejauh ini belum ditemukan.
Lebih dari 90 orang dilaporkan terjebak di puing-puing satu blok apartemen di Mandalay.




