Selasa, Agustus 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

GPS Berawal dari Sistem Militer AS, Kini Jadi Navigasi Global dengan Akurasi Tinggi

Novita J. Kiraman
25 November 2025
Kategori : Berita
0
GPS Berawal dari Sistem Militer AS, Kini Jadi Navigasi Global dengan Akurasi Tinggi

GAMBAR: BRIN

Darilaut – Teknologi GPS (Global Positioning System) yang kini digunakan masyarakat untuk peta digital, transportasi, hingga perangkat pintar, ternyata memiliki sejarah panjang sebagai sistem satelit militer Amerika Serikat. Hal ini diungkapkan Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Slamet Supriyadi, dalam Webinar PRMC #07 bertajuk “Securing the Signals: From IoT Networks to GPS Instrumentation” pada Selasa (18/11).

Slamet menjelaskan, GPS awalnya dirancang untuk kebutuhan navigasi militer. Namun seiring perkembangan teknologi global, negara lain mulai membangun sistem alternatif untuk keperluan sipil.

“GPS ini memang dia dari militer, tapi karena negara lain mengembangkan untuk sipil, muncul ide-ide baru untuk meningkatkan akurasi.”

Salah satu terobosan penting adalah penggunaan satelit geostasioner (GEO) yang berada di ketinggian 35.000 km. Satelit GEO bergerak mengikuti rotasi bumi, sehingga posisinya selalu tampak berada di titik yang sama.

“Keunggulan satelit GEO adalah dapat memberikan koreksi secara terus-menerus sehingga menutup kelemahan GPS,” kata Slamet.

Ia merinci berbagai kendala teknis pada GPS, seperti keterlambatan sinyal akibat melewati ionosfer dan troposfer, multipath yang menyebabkan sinyal memantul-mantul, interferensi dari sinyal lain, hingga ancaman jamming dan spoofing.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINSatelit GeostasionerSlamet Supriyadi
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Longsor Banjarnegara, 16 Orang Masih Dalam Pencarian

Next Post

Pertumbuhan IoT Capai 55 Miliar Perangkat, Ahli BRIN Ingatkan Risiko Keamanan GPS dan Sinyal Digital

Postingan Terkait

Titik Api dan Kebakaran di Pulau Kalimantan Bertambah

Titik Panas di Kaltim Lebih Dari 13 Ribu, Sebaran Asap Melewati Kalimantan Utara dan Sabah Malaysia

25 Agustus 2026
Typhoon Saudel Set to Strike Okinawa and Amami, Japan

Typhoon Saudel Set to Strike Okinawa and Amami, Japan

25 Agustus 2026

Topan Saudel Akan Menghantam Okinawa dan Amami Jepang

Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia 7 Hingga 23 Agustus

Titik Api dan Kebakaran di Pulau Kalimantan Bertambah

Banjir di Vietnam Utara Meluas, Badai Tropis Narra Masih Berada di Teluk Tonkin

Gempa Laut Banda Magnitudo 6,2 Tidak Berpotensi Tsunami

Tahun 2025 Mahasiswa UNG Raih 950 Prestasi, 82 Capaian Internasional

Next Post
Pertumbuhan IoT Capai 55 Miliar Perangkat, Ahli BRIN Ingatkan Risiko Keamanan GPS dan Sinyal Digital

Pertumbuhan IoT Capai 55 Miliar Perangkat, Ahli BRIN Ingatkan Risiko Keamanan GPS dan Sinyal Digital

TERBARU

Titik Panas di Kaltim Lebih Dari 13 Ribu, Sebaran Asap Melewati Kalimantan Utara dan Sabah Malaysia

Typhoon Saudel Set to Strike Okinawa and Amami, Japan

Topan Saudel Akan Menghantam Okinawa dan Amami Jepang

Catatan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia 7 Hingga 23 Agustus

Titik Api dan Kebakaran di Pulau Kalimantan Bertambah

Banjir di Vietnam Utara Meluas, Badai Tropis Narra Masih Berada di Teluk Tonkin

AmsiNews

REKOMENDASI

Sebagian Besar Jurnalis Lingkungan di Berbagai Negara Mengalami Serangan dan Ancaman

Bantuan US$333 Juta untuk Korban Topan Mocha di Myanmar

Tulis Laporan Bansos, Jurnalis Tempo Alami Serangan Digital

Nelayan yang Hilang di Indramayu Ditemukan di Pantai Jalasena

Ini Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026

Pemerintah Kota Gorontalo dan PT Pos Kerja Sama Distribusi Bantuan Sosial

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.