Jumat, Oktober 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Emisi Karbon Lamun di Jawa dan Sumatra Tertinggi di Indonesia

redaksi
21 Januari 2026
Kategori : Berita
0
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Padang Lamun (Seagrass). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut –  Degradasi padang lamun di Jawa dan Sumatra berpotensi melepaskan karbon ke atmosfer dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa faktor emisi karbon dari ekosistem lamun di Indonesia tidak seragam. Wilayah Jawa dan sebagian Sumatra menunjukkan nilai tertinggi dibandingkan kawasan pesisir lainnya.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Oseanologi BRIN, A’an Johan Wahyudi, telah melakukan penelitian dan memublikasikan di jurnal ilmiah yang secara khusus mengkaji emisi karbon.

Selama ini, pembahasan mengenai karbon biru lebih banyak menyoroti kemampuan ekosistem pesisir menyerap karbon, sementara aspek emisi akibat kerusakan relatif jarang diperhitungkan.

”Kalau kita bicara karbon biru, selama ini fokusnya selalu pada penyerapan. Padahal, dalam carbon accounting, yang dihitung bukan hanya yang diserap, tetapi juga yang diemisikan,” ujar A’an seperti dikutip dari Brin.go.id.

A’an menjelaskan bahwa fungsi penyimpanan karbon tersebut dapat berubah ketika lamun mengalami gangguan.

Aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti reklamasi, pengerukan, maupun peningkatan sedimentasi, dapat menghambat pertumbuhan lamun dan memicu degradasi ekosistem, serta menyebabkan pelepasan atau emisi karbon.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: A’an Johan WahyudiBRINEkosistem LamunEmisi KarbonPadang LamunSeagrass
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 97S Dapat Berdampak Hujan di Bali dan Nusa Tenggara

Next Post

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, UNG Komitmen Mengawal Proses Seleksi Nasional

Postingan Terkait

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

2 Oktober 2026
Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

2 Oktober 2026

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

Kebutuhan Pasar Ikan Hias Indonesia Diperoleh Melalui Eksploitasi Dari Alam

UNG Perkuat Tata Kelola Akademik Melalui Uji Publik

Next Post
Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, UNG Komitmen Mengawal Proses Seleksi Nasional

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, UNG Komitmen Mengawal Proses Seleksi Nasional

TERBARU

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Tiga Bibit Siklon Tropis Berkembang di Samudra Pasifik

Kapal Karya Indah Terbakar, Ratusan penumpang Dievakuasi ke Pulau Sanana

Hari Ini Universitas Negeri Gorontalo Menggelar Kampus Merdeka Fair 2023

Mengenal Ragam Hiu yang Dilindungi

Topan Dujuan Telah Menjauh dari Jepang

Tiga Bibit Siklon Tropis Berkembang di Dekat Wilayah Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.