Kamis, Mei 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Ilmuwan Griffith University Perkirakan Umur Gambar Cadas 67.800 Tahun di Pulau Muna

redaksi
26 Januari 2026
Kategori : Berita
0
Cara Ilmuwan Griffith University Perkirakan Umur Gambar Cadas 67.800 Tahun di Pulau Muna

Ahli arkeologi dan geokimia dari Griffith University dan Southern Cross University, Prof. Maxime Aubert saat menyampaikan pertanggalan gambar cadas tertua dalam acara konferensi pers di Gedung BJ Habibie Jakarta, Kamis (22/1). FOTO: BRIN

Darilaut – Prinsip penanggalan gambar seni cadas sebenarnya sederhana, namun sangat presisi. Prosesnya berawal dari air hujan yang meresap ke dalam batu kapur gua.

Ahli arkeologi dan geokimia dari Griffith University dan Southern Cross University, Prof. Maxime Aubert menyampaikan temuan penanggalan gambar cadas atau rock art di di situs Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Prof. Maxime menjelaskan secara rinci bagaimana ilmuwan memastikan umur lukisan prasejarah tersebut. Untuk mengetahuinya, memakai teknik penanggalan laser-ablation uranium-series (LA–U-series) pada lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan gua.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers publikasi jurnal Nature, yang diselenggarakan di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (22/1).

“Air hujan meresap melalui batu kapur, melarutkan sedikit kalsium dan uranium. Ketika air mengalir di atas permukaan seni cadas, air itu mengendap dan membentuk lapisan tipis di atas lukisan,” ujar Prof. Maxime, seperti dikutip dari Brin.go.id.

Lapisan tipis kalsit inilah yang menjadi kunci. Di dalamnya terkandung uranium yang seiring waktu meluruh menjadi thorium.

Dengan membandingkan jumlah atom uranium dan thorium, para peneliti dapat menghitung kapan lapisan itu terbentuk.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINGriffith UniversityProf. Maxime AubertPulau MunaSitus Leang Metanduno
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Peneliti Farmasi UNG Kembangkan Terapi Luka Bakar Bahan Tanaman Nanas dan Kombinasi Biota Laut

Next Post

Prediksi Kondisi Iklim Musiman Global Februari-Maret-April 2026

Postingan Terkait

Lebih 5400 Peserta Akan Mengikuti UTBK di UNG, Tak Boleh Membawa Kalkulator dan Ponsel

UNG Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Berprestasi Tanpa Terbebani Biaya Kuliah

7 Mei 2026
Badai Tropis Nokaen Dapat Berdampak Hujan di Gorontalo dan Gelombang Tinggi di Talaud

Badai Tropis Hagupit Terletak di Selatan Guam

7 Mei 2026

Bahasa Gorontalo Mulai Tersingkir, Dosen UNG Giatkan Penyelamatan Dari Ancaman Kepunahan

Era Baru yang Berbahaya Bagi Jurnalis

Potensi Hujan di Bulan Mei

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menuju Musim Kemarau

92W Berada di Dekat Palau, 93W Berpeluang Menguat

UNG Berkolaborasi dengan Pegadaian Hadirkan The Gade Creative Lounge

Next Post
Prediksi Kondisi Iklim Musiman Global Februari-Maret-April 2026

Prediksi Kondisi Iklim Musiman Global Februari-Maret-April 2026

TERBARU

UNG Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Berprestasi Tanpa Terbebani Biaya Kuliah

Badai Tropis Hagupit Terletak di Selatan Guam

Bahasa Gorontalo Mulai Tersingkir, Dosen UNG Giatkan Penyelamatan Dari Ancaman Kepunahan

Era Baru yang Berbahaya Bagi Jurnalis

Potensi Hujan di Bulan Mei

Sejumlah Wilayah di Indonesia Menuju Musim Kemarau

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa Bentuk Koperasi Nelayan di Selayar

IORA Perkuat Kerjasama di Kawasan Samudera Hindia

Sains Telah Mendorong Pemulihan Lapisan Ozon

Totol-Totol Putih pada Hiu Paus Seperti Sidik Jari

Longsor Deli Serdang Menyebabkan 6 Orang Tewas dan 1 Hilang

Ada Kawasan Konservasi di Teluk Gorontalo untuk Melindungi Hiu Paus dan Salvador Dali

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.