Darilaut – Hilal terlihat di Observatorium Tumair, Arab Saudi, pada Selasa (17/2) malam. Dosen Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Andi Muhammad Akhyar turut memantau hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Arab Saudi tersebut.
Akhyar yang hadir langsung di lokasi pengamatan menjelaskan bahwa kondisi langit di ufuk barat Kota Tumair saat itu sangat mendukung.
“Langit cerah tanpa awan, dengan nilai aerosol hanya 0,08 AOD. Matahari terbenam pukul 17.50 waktu setempat,” ujarnya.
Tiga menit setelah matahari terbenam, Ketua Observatorium Tumair, Mutaib Al-Barghash, menyatakan berhasil melihat hilal, kata Akhyar. Pernyataan tersebut langsung disambut takbir oleh para peserta yang hadir di lokasi.
“Suasana sangat khidmat dan penuh haru. Ketika hilal dinyatakan terlihat, semua yang hadir spontan mengucapkan Allahuakbar,” ujar Akhyar.

Mahkamah Agung Arab Saudi secara resmi mengumumkan awal puasa Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah adanya laporan hilal terlihat pada Selasa malam.
Pengamatan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Observatorium Tumair yang menjadi salah satu titik rujukan utama penentuan awal bulan Hijriah di Kerajaan Arab Saudi.
Saat ini, Akhyar tengah menempuh studi doktoral di bidang Astronomi di King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi.




