Partisipasinya dalam rukyatul hilal tersebut menjadikannya satu-satunya perwakilan Indonesia yang terlibat langsung dalam program pengamatan resmi di observatorium Arab Saudi.
Keterlibatan dosen UNG dalam momentum penting dunia Islam ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia dan Universitas Negeri Gorontalo di kancah internasional.
Partisipasi tersebut menunjukkan kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu falak dan astronomi modern, sekaligus memperkuat jejaring keilmuan lintas negara.
Bagi UNG, keikutsertaan Akhyar menjadi bukti bahwa dosen perguruan tinggi daerah pun mampu berkiprah di forum ilmiah dan keagamaan tingkat global. Sebuah langkah kecil di ufuk barat Tumair, namun bermakna besar bagi dunia akademik Indonesia.




