Darilaut – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi.
La Niña dengan kategori lemah tersebut masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, “terutama di kawasan Indonesia bagian timur,” kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG.
BMKG memperkirakan bahwa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal, masih akan memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.
Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Aktivitas MJO diperkirakan memasuki fase 3 (Indian Ocean) dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.
BMKG mengatakan pada periode 24 Februari – 2 Maret 2026 MJO dan Gelombang Ekuator memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Gelombang Equatorial Rossby diprediksi aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan. Kondisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.




