Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Misteri Arus di Pantai Selatan Jawa

redaksi
2 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Widodo S Pranowo

Dr Ing Widodo S Pranowo. FOTO: DARILAUT.ID

PESISIR Selatan Jawa telah dikenal dengan keindahan pantainya. Namun Pantai Selatan ini juga banyak menyimpan misteri, karena adanya wisatawan atau pengunjung yang hilang terseret arus.

Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ing Widodo S Pranowo mengatakan, terkait dengan banyak korban yang terseret ke laut, proses ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Ini karena di sepanjang perairan pesisir selatan Jawa terdapat fenomena Rip Current, arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut.

Kondisi arus ini bervariasi, dari yang tidak berbahaya sampai yang dapat menyeret orang ke tengah laut.  Arus ini sering menyeret pengunjung wisata pantai ketika sedang bermain-main atau mandi. Arus tersebut terbentuk akibat adanya bentuk geomorfologi dasar laut yang dekat pantai.

Arus yang meninggalkan pantai, kecepatanya bisa sampai 20 meter per detik. Sehingga sangat kencang. “Dalam waktu 5 detik saja akan menyeret pengunjung 100 meter ke lepas pantai,” katanya.

Widodo yang memperoleh gelar doctor in engineering dari Universitas Bremen pada 2010 mengatakan, hal ini terjadi karena ada 2 gundukan pasir atau karang yang sejajar pantai dan mengapit alur lebih dalam yang tegak lurus pantai. Kemudian kedua gundukan tersebut akan menyebabkan gelombang yang datang tegak lurus menuju ke pantai menjadi pecah.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KKPPantai Selatan JawaRip Current
Bagikan13Tweet6KirimKirim
Previous Post

Kontribusi IPB dalam Pengembangan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu

Next Post

Begini Cara Menghindar dari Rip Current

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Rip Current

Begini Cara Menghindar dari Rip Current

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Maulid Nabi Muhammad SAW di UNG Dihadiri Sejumlah Panti Asuhan dan Pondok Pesantren di Gorontalo

Abu Vulkanik Gunung Ruang Dapat Merusak Badan Pesawat

Ini Keunikan Ikan Capungan Banggai, Jantan Mengerami Telur di Rongga Mulut

Intensitas Herman di Samudra Hindia Meningkat Menjadi Kategori 2

Bencana Sumatera Ungkap Darurat Ekologis Nasional, WALHI Gorontalo Desak Pemerintah Hentikan “Investasi Bencana”

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.