Sabtu, Februari 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Misteri Arus di Pantai Selatan Jawa

redaksi
2 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Widodo S Pranowo

Dr Ing Widodo S Pranowo. FOTO: DARILAUT.ID

PESISIR Selatan Jawa telah dikenal dengan keindahan pantainya. Namun Pantai Selatan ini juga banyak menyimpan misteri, karena adanya wisatawan atau pengunjung yang hilang terseret arus.

Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ing Widodo S Pranowo mengatakan, terkait dengan banyak korban yang terseret ke laut, proses ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Ini karena di sepanjang perairan pesisir selatan Jawa terdapat fenomena Rip Current, arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut.

Kondisi arus ini bervariasi, dari yang tidak berbahaya sampai yang dapat menyeret orang ke tengah laut.  Arus ini sering menyeret pengunjung wisata pantai ketika sedang bermain-main atau mandi. Arus tersebut terbentuk akibat adanya bentuk geomorfologi dasar laut yang dekat pantai.

Arus yang meninggalkan pantai, kecepatanya bisa sampai 20 meter per detik. Sehingga sangat kencang. “Dalam waktu 5 detik saja akan menyeret pengunjung 100 meter ke lepas pantai,” katanya.

Widodo yang memperoleh gelar doctor in engineering dari Universitas Bremen pada 2010 mengatakan, hal ini terjadi karena ada 2 gundukan pasir atau karang yang sejajar pantai dan mengapit alur lebih dalam yang tegak lurus pantai. Kemudian kedua gundukan tersebut akan menyebabkan gelombang yang datang tegak lurus menuju ke pantai menjadi pecah.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KKPPantai Selatan JawaRip Current
Bagikan13Tweet6KirimKirim
Previous Post

Kontribusi IPB dalam Pengembangan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu

Next Post

Begini Cara Menghindar dari Rip Current

Postingan Terkait

Siklon Tropis Gezani Menewaskan 40 Orang di Madagaskar, Saat Ini Terletak di Dekat Pantai Mozambik

Siklon Tropis Gezani Menewaskan 40 Orang di Madagaskar, Saat Ini Terletak di Dekat Pantai Mozambik

13 Februari 2026
Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

13 Februari 2026

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pesisir Selatan Mozambik

Tahun 2025 Ekspor Pelet Kayu Asal Provinsi Gorontalo Meningkat Menjadi 313,9 Ribu Ton

Indonesia Masih Puncak Musim Hujan, Cuaca Lebaran 2026 Relatif Kondusif

La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

Hujan Masih Mendominasi Kondisi Cuaca Indonesia Hari Ini Hingga 19 Februari

Siklon Tropis Gezani Memulai Reorganisasi, Makin Menguat di Mozambique Channel

Next Post
Rip Current

Begini Cara Menghindar dari Rip Current

Komentar tentang post

TERBARU

Siklon Tropis Gezani Menewaskan 40 Orang di Madagaskar, Saat Ini Terletak di Dekat Pantai Mozambik

Penyumbang Ekspor Terbesar Provinsi Gorontalo Pelet Kayu, Bukan Jagung dan Ikan

Siklon Tropis Gezani Mendekati Pesisir Selatan Mozambik

Tahun 2025 Ekspor Pelet Kayu Asal Provinsi Gorontalo Meningkat Menjadi 313,9 Ribu Ton

Indonesia Masih Puncak Musim Hujan, Cuaca Lebaran 2026 Relatif Kondusif

La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Dicuri Secara Misterius 20 Tahun Lalu, Buku Catatan Charles Darwin Ditemukan Kembali

Setiap Tahun 100 Ribu Hewan Laut Mati Karena Sampah Plastik

Tim SAR Masih Mencari CVR, Bagian Lain Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya

Kemenhub Sertifikasi 66.961 Kapal Penangkap Ikan

Jaga Ketersediaan Bahan Pokok di Pasaran, Inflasi Kota Gorontalo Mengalami Penurunan

Foto: Kapal Ikan Malaysia Pelaku Illegal Fishing di Sebatik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.