Darilaut – Ketersediaan data yang akurat, berjenjang, dan tepat waktu menjadi kunci agar indeks daya saing benar-benar mampu menjadi alat navigasi pembangunan daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, BPS memproduksi data statistik secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional melalui publikasi Statistik Indonesia, hingga provinsi, kabupaten/kota, bahkan kecamatan dalam format “Daerah dalam Angka”.
Seluruh publikasi tersebut tersedia dan dapat diunduh secara gratis melalui kanal resmi BPS.
Menurut Amalia BPS berkomitmen dalam memperkuat fondasi data bagi penyusunan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Langkah ini memungkinkan pemerintah daerah, peneliti, dan pemangku kebijakan untuk memantau dinamika ekonomi dan sosial secara lebih detail dan presisi, kata Amalia.
Dalam kerangka IDSD, kata Amalia, daya saing dibagi ke dalam empat komponen utama dan 12 pilar, yang dikelompokkan dalam tiga basis pengungkit ekonomi: berbasis faktor produksi, efisiensi, dan inovasi.
Melalui data statistik, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi sumber kekuatan ekonominya. Apakah pertumbuhan ditopang oleh kelimpahan sumber daya? Efisiensi birokrasi dan pasar? Ataukah oleh inovasi dan transformasi ekonomi?




