Tim-tim NBA telah menyelesaikan dua pertiga dari musim reguler. Dalam review 1xBet ini, kita akan melihat tim-tim utama yang berpeluang lolos ke babak playoff.
Format Playoff
Beberapa tahun yang lalu, NBA secara radikal mengubah format playoff-nya dengan memperkenalkan babak play-in. Inovasi ini meningkatkan antusiasme, mengurangi jumlah pertandingan yang tidak berarti di akhir musim reguler, dan memotivasi tim-tim kelas menengah. Berdasarkan aturan yang diperbarui, tim-tim yang finis di enam besar konferensi mereka secara otomatis lolos ke playoff, sementara tim-tim yang finis di peringkat 7 hingga 10 bersaing untuk dua slot tersisa.
Oklahoma City Thunder dan Detroit Pistons
Klub-klub ini, dengan tingkat kemenangan 75%, menjadi pemimpin tunggal di Konferensi Barat dan Timur masing-masing. Posisi pertama Thunder tidak mengejutkan, karena mereka merupakan tim terkuat baik di musim reguler maupun playoff tahun lalu.
The Pistons menunjukkan kemajuan yang signifikan. Tahun lalu, mereka finis di posisi keenam dan tersingkir di putaran pertama playoff. Musim semi ini, Detroit hampir pasti akan mendapatkan seed nomor 1, tetapi meraih kemenangan di konferensi tidak akan mudah.
San Antonio dapat menantang Oklahoma
San Antonio memiliki tingkat kemenangan 70% – rekor terbaik kedua di NBA. Selain itu, Spurs tampil sangat baik di kandang. Keunggulan ini dapat membantu mereka mendepak Thunder dari posisi pertama.
Persaingan yang sengit di Timur
Kepemimpinan Detroit di musim reguler tidak berarti dominasi atas sisa tim di Konferensi Timur. Tahun ini, empat tim memiliki peluang yang hampir sama untuk memenangkan Konferensi Timur:
- Cleveland Cavaliers
- New York Knicks
- Detroit Pistons
- Boston Celtics
Kemungkinan Cleveland, New York, dan Boston lolos ke babak playoff sangat tinggi. Hal yang sama juga berlaku untuk Denver Nuggets dan Houston Rockets di Konferensi Barat.
Siapa yang tidak bisa bersantai?
Los Angeles Lakers dan Minnesota Timberwolves berada dalam posisi yang rentan di klasemen. Dengan persentase kemenangan masing-masing 61% dan 60%, kedua tim tidak bisa merasa yakin tentang masa depan, karena Phoenix Suns, dengan persentase 58%, berada tepat di belakang mereka.
Hanya butuh rentetan kekalahan singkat bagi Lakers dan Timberwolves untuk terjatuh dari posisi playoff langsung ke zona play-in. Itu tentu saja dengan asumsi Suns tetap tak terkalahkan selama periode tersebut. Penampilan kandang tim LeBron James dan Luka Dončić sejujurnya kurang memuaskan. Dari skuad yang dipenuhi bintang, tingkat kemenangan di atas 60% seharusnya bisa diraih.
Penampilan kandang yang kurang meyakinkan juga bisa menjadi bumerang bagi Toronto. Saat ini, Raptors berada di peringkat kelima, tetapi dua atau tiga kekalahan bisa membuat mereka turun ke peringkat keenam, posisi yang saat ini diincar oleh Orlando yang berada di peringkat ketujuh. Philadelphia 76ers juga berada dalam situasi yang rentan. Pada akhir musim reguler, mereka bisa finis di posisi enam besar atau di zona play-in.
Siapa yang akan menyelesaikan musim ini?
Di antara tim-tim underdog musim reguler NBA 2025/26 tidak hanya New Orleans Pelicans, Sacramento Kings, Brooklyn Nets, dan Washington Wizards, tetapi juga Indiana Pacers, finalis playoff musim lalu, yang kalah tipis dari Oklahoma City Thunder dalam pertandingan yang sengit.
Peluang tim-tim ini untuk mencapai zona play-in hanyalah teoritis, dan membicarakan playoff sama sekali tidak mungkin.
Ikuti pertarungan seru para pemain basket terbaik dunia bersama 1xBet Online.




