Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pesisir Asia Tenggara Hasil Interaksi Proses Ekologis dan Aktivitas Manusia Ribuan Tahun

redaksi
9 Maret 2026
Kategori : Berita
0
ICOES 2020, LIPI Bahas Keseimbangan Ekosistem Alam, Darat dan Laut

Pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Perubahan lanskap pesisir di kawasan Asia Tenggara tidak hanya dipengaruhi oleh pembangunan modern, tetapi juga hasil interaksi panjang antara proses ekologis dan aktivitas manusia selama ribuan tahun.

“Dalam ekosistem pesisir Asia Tenggara, tanah dan air tidak pernah benar-benar terpisah. Keduanya selalu berinteraksi dan saling membentuk lanskap yang terus berubah,” kata Anna Lowenhaupt Tsing, saat kuliah umum dengan tema “The Clam, the Mud, and the Girl: A History of Land Reclamation in Maritime Southeast Asia”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Widya Graha, BRIN, pada Kamis (5/3) bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional antara peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan University of California, Santa Cruz.

Anna mengajak peserta melihat sejarah pesisir Asia Tenggara dari perspektif yang lebih luas. Menurut Anna, kawasan pesisir Asia Tenggara memiliki karakter yang dinamis karena batas antara daratan dan perairan selalu berubah akibat proses alam seperti pasang surut dan sedimentasi.

Melalui pendekatan antropologi lingkungan, Anna memperkenalkan konsep “lumpur pesisir” sebagai cara memahami hubungan antara ekologi, sejarah, dan praktik pembangunan.

Dalam pandangannya, lumpur bukan sekadar kondisi geografis, tetapi ruang pertemuan berbagai proses alam dan aktivitas manusia yang membentuk sejarah wilayah pesisir.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Anna Lowenhaupt TsingAsia TenggaraBRINekosistem pesisirFadjar Ibnu ThufailMuhammad Najib Azca
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pers Denmark Menggugat Perusahaan Asal Amerika Serikat OpenAI

Next Post

Mahasiswa UNG Mengikuti Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter

Postingan Terkait

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

25 Mei 2026
Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

25 Mei 2026

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Next Post
Mahasiswa UNG Mengikuti Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter

Mahasiswa UNG Mengikuti Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter

TERBARU

Koperasi Produsen Cahaya Sinergi Dengilo Kantogi Izin Pertambangan Rakyat di Pohuwato

Markhor, Kambing Liar Bertanduk Spiral yang Hampir Terancam Punah

Bibit Siklon Tropis 99W Berada di Utara Papua

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBT 2026 Diumumkan Sore Ini

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Halmahera Utara, 69 Rumah Rusak Berat

Hanya 18 – 40 Persen Tangkapan Cantrang Bernilai Ekonomis

Paus Right Terancam Punah, NOAA Fisheries Usulkan Pembatasan Kecepatan Kapal

Bintang Laut Tangkap Kapal Ikan Vietnam Berbendera Malaysia

Prediksi Awal Ramadan 1446 H

Tahun 2022, Jawa Barat dan Jawa Timur Terbanyak Kejadian Bencana Alam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.