Minggu, Oktober 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pesisir Asia Tenggara Hasil Interaksi Proses Ekologis dan Aktivitas Manusia Ribuan Tahun

redaksi
9 Maret 2026
Kategori : Berita
0
ICOES 2020, LIPI Bahas Keseimbangan Ekosistem Alam, Darat dan Laut

Pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Anna juga menyoroti bahwa berbagai proyek pembangunan modern sering berupaya memisahkan tanah dan air melalui pembangunan kanal, tanggul, maupun reklamasi. Namun dalam praktiknya, ekologi pesisir kerap merespons secara tidak terduga.

“Ketika kita mencoba sepenuhnya mengendalikan alam, sering kali justru muncul persoalan baru—mulai dari sedimentasi, banjir, hingga perubahan ekosistem yang sulit diprediksi,” ujar Anna, seperti dikutip dari Brin.go.id.

Ekosistem pesisir seperti mangrove, rawa, dan lahan basah memiliki fungsi ekologis penting, mulai dari menyerap karbon hingga melindungi wilayah pesisir dari badai, kata Anna.

Meski demikian, kawasan-kawasan tersebut sering kali dianggap tidak produktif sehingga rentan mengalami perubahan akibat aktivitas pembangunan.

Kepala Pusat Riset Kajian Kewilayahan BRIN, Fadjar Ibnu Thufail, yang juga bertindak sebagai moderator, menilai perspektif yang disampaikan Anna membuka cara pandang baru dalam memahami sejarah kawasan Asia Tenggara maritim.

Pendekatan yang menghubungkan dinamika ekologis dengan sejarah sosial kawasan memberi ruang bagi kajian kewilayahan untuk melihat Asia Tenggara “tidak hanya dari perspektif negara atau pusat kekuasaan, tetapi juga dari dinamika lingkungan dan masyarakat pesisir,” ujar Fadjar.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Anna Lowenhaupt TsingAsia TenggaraBRINekosistem pesisirFadjar Ibnu ThufailMuhammad Najib Azca
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pers Denmark Menggugat Perusahaan Asal Amerika Serikat OpenAI

Next Post

Mahasiswa UNG Mengikuti Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

10 Oktober 2026
Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

10 Oktober 2026

Forum Jurnalis ASEAN: Nilai Karya Jurnalistik Harus Terlindungi

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

AMSI Bahas Hak Cipta dan Royalti Karya jurnalistik

Kolaborasi Peneliti Indonesia dan Jerman Temukan 8 Spesies Baru Krustasea di Laut Sulawesi Utara

El Niño Terkuat Tahun Ini Diprediksi Dapat Menyebabkan 451 Ribu Kematian di Berbagai Negara, Termasuk Indonesia

Suhu Permukaan Laut dan Prediksi Curah Hujan Global Oktober Hingga Desember 2026

Next Post
Mahasiswa UNG Mengikuti Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter

Mahasiswa UNG Mengikuti Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

Forum Jurnalis ASEAN: Nilai Karya Jurnalistik Harus Terlindungi

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

AMSI Bahas Hak Cipta dan Royalti Karya jurnalistik

Kolaborasi Peneliti Indonesia dan Jerman Temukan 8 Spesies Baru Krustasea di Laut Sulawesi Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengapa Orca Tidak Memangsa Manusia di Alam Liar?

Beasiswa S2 Maritim bagi PNS

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Badai Tropis Terbentuk di Utara Barat Laut Broome Australia

Daerah Membutuhkan Pengolahan Air Bersih

Menteri Susi Ingatkan Pengusaha Perikanan Membuat Laporan Keuangan Secara Transparan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.