Jumat, Juli 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ratusan Ikan Ditemukan Mati di Indiana

redaksi
18 Agustus 2022
Kategori : Berita
0
Ratusan Ikan Ditemukan Mati di Indiana

Ilustrasi ikan mati. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Ratusan ikan ditemukan mati di Clear Lake, Steuben County, Indiana. Departemen Sumber Daya Alam (Department of Natural Resources, DNR) Indiana terus memantau dan menyelidiki penyebab kematian ikan tersebut,

DNR mengatakan kematian ikan kemungkinan karena peristiwa alam, termasuk kadar oksigen yang rendah.

Badan tersebut mengatakan cuaca panas, suhu air hangat dan hari-hari yang tenang menyebabkan rendahnya tingkat oksigen terlarut di dalam air. Tanpa oksigen terlarut, ikan tidak dapat bernafas dan dapat mati dengan cepat dalam jumlah yang banyak.

Ratusan ikan yang ditemukan mati di Indiana kemungkinan mati karena peristiwa alam terkait dengan cuaca panas baru-baru ini, kata pejabat satwa liar negara bagian.

Ahli biologi perikanan dari DNR telah mengunjungi Clear Lake pada 4 Agustus setelah penduduk melaporkan banyak ikan mati di danau dekat kota Fremont di Steuben County.

DNR mengatakan sekitar 500 ikan ditemukan mati, termasuk bluegill, crappie dan bass di danau sekitar 50 mil (80,5 kilometer) timur laut Fort Wayne.

Ahli biologi DNR akan terus memantau kondisi di Clear Lake. Sementara ancaman kesehatan masyarakat dianggap sangat rendah, badan tersebut mengatakan orang harus menggunakan akal sehat ketika mengunjungi saluran air alami, terutama selama periode cuaca panas.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gelombang PanasIkan Mati MengambangIndiana
Bagikan1TweetKirimKirim
Previous Post

Studi Memperingatkan Kota-kota di Eropa Menghadapi Darurat Iklim

Next Post

Ini Rekomendasi KNKT Kecelakaan KM Cahaya Arafah di Halmahera Selatan

Postingan Terkait

Nelayan

Guru Besar UI: Istilah Maritim Cenderung Bersifat Militeristik

16 Juli 2026
Hiu Paus Melahirkan, Tapi Tidak Menyusui Anaknya

Pemerintah Provinsi Gorontalo Perkuat Aspek Konservasi di Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani

16 Juli 2026

Tradisi Penangkapan Paus di Lamalera Sering Dipahami Secara Sempit

Krisis Teluk, Sekjen PBB Memperingatkan Agar Tidak Kembali ke Perang Skala Penuh

AMSI, BPI dan AVISI Sepakat Melawan Konten Ilegal untuk Selamatkan Industri Kreatif

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Next Post
Lima Korban Kapal Cahaya Arafah Ditemukan di Kedalaman 48 Meter

Ini Rekomendasi KNKT Kecelakaan KM Cahaya Arafah di Halmahera Selatan

Komentar tentang post

TERBARU

Guru Besar UI: Istilah Maritim Cenderung Bersifat Militeristik

Pemerintah Provinsi Gorontalo Perkuat Aspek Konservasi di Kawasan Wisata Hiu Paus Botubarani

Tradisi Penangkapan Paus di Lamalera Sering Dipahami Secara Sempit

Krisis Teluk, Sekjen PBB Memperingatkan Agar Tidak Kembali ke Perang Skala Penuh

UNG Mengajar Batch 9 Kontribusi Nyata bagi Pendidikan di Kabupaten Gorontalo

Mahasiswa FSB UNG Lolos Program Bergengsi Belajar Bersama Maestro 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengakses Data Penginderaan Jauh Melalui Layanan Copernicus

Beredar di Rote Ndao Ada Bayi Hiu Mirip Manusia

Hari Nusantara, Dipusatkan di Banggai

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Topan Yutu di Samudera Pasifik Timur Laut Filipina

Topan Super Ragasa Menjadi Sistem yang Berbahaya, Tinggi Gelombang Laut Capai 14 Meter

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.