Minggu, Januari 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tiatiki, Kearifan Orang Papua Menjaga Laut dan Pesisir

Christopel Paino
25 Juni 2018
Kategori : Berita
0
Tiatiki, Kearifan Orang Papua Menjaga Laut dan Pesisir

Yunus Paulangan saat melakukan penelitian terumbu karang di Teluk Depapre, Kabupaten Jayapura. Foto: CHRISTOPEL PAINO

Jayapura – Masyarakat adat yang bermukim di Teluk Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, memiliki sistem kearifan lokal dalam menjaga sumber daya perairan. Kearifan tersebut dinamakan Tiatiki. Tujuannya adalah pemanfaatan dan pelestarian sumber daya laut dan pesisir.

Yunus Paulangan, akademisi Universitas Cendrawasih mengungkapkan bahwa tiatiki terbagi dua, yakni umum dan khusus. Tiatiki umum merupakan penutupan area oleh pemilik hak ulayat atau suku, sedangkan Tiatiki khusus adalah penutupan area oleh pemilik keluarga tertentu.

“Lokasi Tiatiki juga ditentukan berdasarkan dua indikator, yaitu lokasi keberadaan ikan target dan lokasi hak ulayat komunitas atau keluarga,” ungkap Yunus.

Yunus Paulangan melakukan penelitian kondisi ekosistem terumbu karang di lokasi kawasan Tiatiki dan kawasan non Tiatiki di kampung Tablanusu, Distrik Depapre.

Hasilnya menunjukan bahwa tutupan karang hidup di lokasi non Tiaitiki lebih tinggi dibanding dengan lokasi Tiaitiki, namun masih dalam kategori yang sama yakni sedang di kedalaman 3-5 meter, dan kategori baik di kedalaman 10-13 meter.

Selain itu, patahan karang di kedua lokasi sangat tinggi, yakni berkisar 8-13 persen di lokasi Tiaitiki, dan 13-17 persen di lokasi non Tiaitiki.

Yunus yang melakukan penelitian selama bulan Juli sampai November 2017 itu menjumpai 101 jenis ikan karang di kedua lokasi. Tercatat 63 jenis di lokasi Tiaitiki dan 69 jenis di lokasi non Tiaitiki dengan rata-rata kelimpahan yang hampir sama; yaitu di lokasi Tiaitiki dijumpai sebanyak 372 ekor pada kedalaman 3-5 meter dan 114 ekor di kedalaman 10-13 meter.

“Sedangkan di lokasi non Tiaitiki dijumpai 262 ekor pada kedalaman 3-5 meter dan 215 ekor pada kedalaman 10-13 meter.”

Tipe terumbu karang di Teluk Depapre merupakan tipe terumbu karang tepi (fringing reef), yakni tipe karang penerus yang berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas.

“Berdasarkan pengelompokan famili, lokasi Tiatiki dan non Tiatiki didominasi oleh famili Pomacentridae, Acanthuridae, Chaetondontidae, dan Scaridae.”

Yunus menjelaskan sistem Tiaitiki dalam perlindungan sumber daya karang khususnya ikan-ikan dan biota yang bernilai ekonomis pada prinsipnya telah menerapkan nilai-nilai konservasi.

Namun dalam penerapannya masih seringkali belum didasarkan pada pertimbangan ilmiah sehingga belum sepenuhnya mendukung upaya konservasi sumber daya berkelanjutan. Salah satunya penggunaan akar tuba, dan penentuan musim buka dan tutup kawasan Tiaitiki, serta penentuan lokasi yang ideal untuk kawasan Tiaitiki.

“Untuk mencegah semakin rusaknya terumbu karang di lokasi ini, maka diperlukan pengelolaan karang, terutama untuk mengontrol praktek pemanfaatan yang merusak,” ujar Yunus.

Tags: Kearifan LokalLautPesisirTiatiki
Bagikan13Tweet8KirimKirim
Previous Post

Wisatawan Saksikan Delapan Paus Pilot di Gorontalo

Next Post

Paus Pembunuh di Kayu Bulan Gorontalo

Postingan Terkait

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

24 Januari 2026
International Day of Education, UNEP Perkenalkan 5 Cara Pendidikan Untuk Mendorong Aksi Lingkungan

International Day of Education, UNEP Perkenalkan 5 Cara Pendidikan Untuk Mendorong Aksi Lingkungan

24 Januari 2026

Siklon Tropis Luana Mendarat di Utara Broome Australia Barat

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

Eksplorasi Laut BRIN – OceanX di Sulawesi Utara Temukan 14 spesies Megafauna

Badai Tropis Terbentuk di Utara Barat Laut Broome Australia

Dewan Pers dan Komnas HAM Perkuat Perlindungan Jurnalis

Investasi yang Merugikan Alam Meningkat Pesat

Next Post
Paus Pembunuh di Kayu Bulan Gorontalo

Paus Pembunuh di Kayu Bulan Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

International Day of Education, UNEP Perkenalkan 5 Cara Pendidikan Untuk Mendorong Aksi Lingkungan

Siklon Tropis Luana Mendarat di Utara Broome Australia Barat

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

Eksplorasi Laut BRIN – OceanX di Sulawesi Utara Temukan 14 spesies Megafauna

Badai Tropis Terbentuk di Utara Barat Laut Broome Australia

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa UNG Tanam 3.000 Bibit Mangrove di Torosiaje, Wujud Kepedulian Lingkungan Pesisir

Hari Keanekaragaman Hayati dan Penyu di Pantai Manado Utara

Repatriasi 225 ABK Indonesia di Kapal Pesiar MSC Magnifica

Satgas 115 Tenggelamkan 516 Kapal

Membatasi Pemanasan Global Butuh Transisi di Sektor Energi

Hiu Paus Kembali Ditemukan Mati di Pesisir Selatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.