Darilaut – Sebanyak 15 kasus terkait cuaca panas telah dilaporkan di Malaysia, termasuk tiga kasus serangan panas dan satu kematian yang melibatkan seorang anak yang ditinggalkan di dalam kendaraan, kata Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad pada hari Senin (23/3).
Melansir Xinhua, Dzulkefly mendesak masyarakat untuk tidak meninggalkan anak-anak atau siapa pun tanpa pengawasan di dalam kendaraan, menekankan bahwa bayi dan anak-anak, lansia, pasien kronis, dan individu yang aktif di cuaca panas termasuk di antara kelompok yang berisiko lebih tinggi terkena serangan panas.
Cuaca panas ekstrem saat ini mengharuskan semua orang untuk lebih waspada, termasuk memantau tanda-tanda awal serangan panas seperti pusing yang berkepanjangan, rasa haus yang tidak biasa, dan peningkatan suhu tubuh, katanya dalam sebuah pernyataan.
Departemen Meteorologi Malaysia telah memperingatkan kondisi cuaca panas di beberapa bagian negara, dengan suhu maksimum harian berkisar antara 37 dan 40 derajat Celcius.
Cuaca panas yang berkepanjangan selama beberapa hari terakhir telah mendorong Departemen Meteorologi Malaysia untuk mengeluarkan peringatan pada hari Minggu yang mencakup 12 wilayah di Semenanjung Malaysia, khususnya di negara bagian utara.
Departemen tersebut mengeluarkan peringatan siaga Level 1, khususnya untuk daerah yang terdampak di negara bagian utara, sementara peringatan suhu panas Level 2 dikeluarkan untuk distrik Padang Terap di negara bagian Kedah, di mana suhu antara 37 dan 40 derajat Celcius telah tercatat selama tiga hari berturut-turut.




