Sabtu, Mei 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Monumen Alam di Pantai Panoea

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Monumen Alam di Pantai Panoea

Pasangan burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Matahari sudah di atas kepala. Bila berjalan tanpa alas di pantai berpasir Cagar Alam Panua, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, tapak kaki seperti melepuh.

Di pantai yang kini secara administratif berada di Desa Maleo, sejak dulu dikenal sebagai tempat bersarang burung maleo.

Ditempat inilah Abdul Uno mulai mencatat tentang burung maleo, pada 1930-an. Konservasionis maleo pertama di dunia ini mengamati tempat bersarang dan kehidupan satwa endemik Sulawesi.

Pada tahun 1900, maleo dengan nama ilmiah Macrocephalon maleo, sangat mudah dilihat di pantai Boalemo. Satwa ini menyimpan telur di pesisir yang berpasir dan kering. Waktu itu, para pengumpul telur maleo, relatif sedikit.

Populasi penduduk setempat belum banyak, begitu pun dengan para pengumpul dan pedagang telur maleo.

Tahun berganti, Uno menjelajahi pesisir Boalemo. Penduduk setempat mengonsumsi telur maleo dalam jumlah yang cukup besar.

Seperti ditulis dalam terbitan berbahasa Belanda TECTONA XXXIX tahun 1949 halaman 151 – 165, Uno menjelajahi daerah ini pada tahun 1930. Hanya ada 2 tempat bersarang kecil di subdistrik Tilamoeta. Di subdistrik Pagoeat terdapat 4 tempat peneluran 2 memiliki produksi penting.

Darilaut.id memperoleh dokumen penting terbitan berbahasa Belanda yang sangat bergengsi di masanya, dengan judul “Heet Natuurmonument Panoea (N. Celebes) en het Maleohoen (Macrocephalon maleo SAL Muller) in Het Bijzonder.”

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleoteluk tomini
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

2 Tahun Darilaut.id

Next Post

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Komentar tentang post

TERBARU

Hardiknas, Rektor UNG: Pendidikan Jantung Peradaban

Dari Mediterania hingga Arktik, Benua Eropa Mengalami Panas Tercepat, Tutupan Salju Menurun

Dosen UNG Menyoroti Gagal Bayar Pinjol Kalangan Anak Muda

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

AmsiNews

REKOMENDASI

Tim Ekspedisi Indonesia PRIMA ke Samudera Hindia dengan Kapal Baruna Jaya I

Pengelolaan dan Penanganan Limbah Medis

217 Mahasiswa UNG dan UGM Kolaborasi KKN

Kapal Laut Dipindahkan ke Darat, Korea Selatan Bersiap Menghadapi Topan Khanun

Paus Orca Kembali Terlihat di Perairan Gorontalo

Kapal SB Tenggiri Tenggelam di Kepri, Awak Kapal Selamat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.