Jakarta – Hingga saat ini, Indonesia masih terus menyelesaikan berbagai segmen batas maritim dengan beberapa negara tetangga.
“Penyelesaian penetapan batas maritim untuk berbagai segmen tersebut tentulah bukan hal yang mudah,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus Purwoto, Rabu (28/11) di Jakarta.
Agus mengatakan, dalam proses perundingan penetapan batas maritim ini pembahasannya menggabungkan berbagai bidang keilmuan yang berbeda, seperti bidang hukum, politik, ilmu kebumian, ekonomi, sumber daya alam, dan lain sebagainya.
Karena itu, untuk memberikan wawasan, serta keterampilan mengenai perundingan batas maritim, Kemenko Kemaritiman mengadakan Diskusi Delimitasi Batas Maritim di Jakarta. Kegiatan ini kerjasama Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dengan Kementerian Luar Negeri RI, Badan informasi Geospasial (BIG), dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
Agar memahami fakta-fakta, dalam diskusi didesain praktik latihan penetapan batas maritim dan negosiasi.
Pelaksana Harian Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Budi Purwanto mengatakan, peserta diskusi terdiri dari diplomat muda, staf kementerian/lembaga terkait, akademisi dari Ilmu Hukum, Hubungan Internasional, Geodesi dan Geografi serta jurnalis. Diharapkan peserta dapat melakukan perhitungan tentang batas-batas maritim sesuai dengan teori yang ada, serta pengalaman dari para praktisi.





Komentar tentang post