Darilaut – Gempa berkekuatan Magnitudo (M)6,2 mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Kamis (4/4). Gempa di barat laut Pulau Karatung ini berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman Lempeng Filipina.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi lokasi episenter gempa bumi terletak di laut. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, dan bergelombang.
Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas Batuan Sedimen berumur tersier dan Batuan Sedimen berumur kuarter. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi, kata Pusat Vulkanologi.
Data tapak lokal vs30, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang) dan Kelas Tanah E (tanah lunak). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 04 April 2026, pukul 17:34:30 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,9 LU – 126,29 BT, di Barat Laut Pulau Karatung.




