Darilaut – Hasil riset peneliti ahli madya Pusat Riset Budidaya Laut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Moh. Awaludin Adam menunjukkan mangrove memiliki kemampuan sebagai biofilter alami, termasuk dalam menyerap logam berat seperti merkuri yang terdeteksi pada akar, batang, dan daun tanaman.
“Hasil riset kami, pada kondisi kontrol tanpa paparan, tidak ditemukan merkuri. Namun setelah dilakukan perlakuan, kami menemukan adanya serapan merkuri oleh mangrove pada akar, batang, dan daunnya,” ujar Awaludin, seperti dikutip dari Brin.go.id.
Adam mengatakan penerapan mangrove dalam sistem budidaya juga menunjukkan hasil yang positif.
Dalam uji coba pada tambak udang semi-intensif, keberadaan mangrove terbukti mampu meningkatkan ketahanan udang terhadap serangan patogen, meskipun hasil produksi tidak sebanyak sistem intensif.
Di sisi lain, sebagai bagian dari inovasi berkelanjutan, tim peneliti juga mengembangkan alternatif ramah lingkungan berupa penggunaan daun ketapang sebagai pengganti polybag plastik untuk pembibitan mangrove.
Inovasi ini dinilai mampu mendukung pertumbuhan akar propagul sekaligus mengurangi potensi sampah plastik di ekosistem pesisir, kata Awaludin.
Riset lapangan di Teluk Seriwe mengungkap adanya penurunan kualitas lingkungan akibat alih fungsi lahan dan berkurangnya tutupan mangrove.




