Darilaut – Indonesia dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu produsen kakao premium dunia. Sejumlah daerah di Indonesia menghasilkan biji kakao dengan karakter rasa khas seperti fruity dan nutty yang diminati pasar specialty chocolate.
Namun, potensi tersebut belum berkembang optimal karena kualitas pascapanen yang masih belum konsisten.
Temuan itu disampaikan dalam media briefing “Memperkuat Potensi Kakao Indonesia di Pasar Fine Flavor Asia” yang diselenggarakan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) bersama Asosiasi Cokelat Bean to Bar Indonesia (ACBI) dan The Conversation Indonesia, pada Kamis (21/5).
Riset terbaru ACBI dan KEM menemukan kakao Indonesia memiliki karakter rasa tropis khas seperti kelapa, pandan, gula palem, pisang raja, dan berbagai buah tropis lainnya. Profil rasa tersebut dinilai belum umum ditemukan pada origin fine flavor utama dunia seperti Ekuador, Trinidad, maupun Madagaskar.
Temuan ini menunjukkan Indonesia tidak hanya berpotensi menjadi pemasok kakao premium, tetapi juga memiliki peluang membangun identitas origin sendiri di pasar global.
Pemetaan yang dilakukan di Bali, Ende, dan Yogyakarta menunjukkan kebutuhan biji kakao premium di pasar mencapai sekitar 185 ton per tahun dan diperkirakan terus meningkat. Temuan tersebut diperoleh melalui analisis rantai nilai, pengujian sensorik biji kakao dari berbagai daerah, serta survei terhadap pelaku industri cokelat bean to bar di Indonesia pada 2025.



