Darilaut – Analisis indikator iklim global terkini menunjukkan kondisi El Niño di Samudra Pasifik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan hal ini terlihat dari indeks Niño 3.4 sebesar +0,67 dan nilai SOI sebesar -12,4.
Secara umum, kondisi tersebut dapat berdampak pada berkurangnya potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Meskipun demikian, kata BMKG, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian utara.
Dalam sepekan ke depan, Siklon Tropis Jangmi diprakirakan berada di sekitar Laut Filipina, sebelah utara Papua. Sistem ini berpotensi membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Samudra Pasifik utara Maluku Utara hingga utara Papua.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya. Selain itu, terdapat potensi pembentukan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan yang mampu membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di sekitar Laut Cina Selatan hingga Kepulauan Natuna, sehingga turut mendukung peningkatan potensi hujan di wilayah tersebut.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi bergerak menuju fase 6 (Western Pacific) sehingga kurang berpengaruh di wilayah Indonesia, dan Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.



