Darilaut – Harga kebutuhan harian kembali menjadi pendorong utama inflasi di Provinsi Gorontalo pada Oktober 2025. Berdasarkan laporan BPS Provinsi Gorontalo, inflasi year-on-year tercatat 2,44 persen, didorong oleh lonjakan harga komoditas di sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya serta bahan pangan.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menunjukkan kenaikan tertinggi yakni 8,55 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari komoditas emas perhiasan, pasta gigi, shampo, dan pembalut wanita. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 4,29 persen, dipicu oleh kenaikan harga beras, ikan layang, ikan tude, bawang merah, dan sigaret kretek mesin (SKM).
“Lonjakan harga di dua kelompok ini memberi kontribusi signifikan terhadap inflasi provinsi,” ujar Plt. Kepala BPS Gorontalo Dwi Alwi Astuti. Ia menambahkan, kenaikan harga yang terjadi masih dalam rentang normal menjelang periode akhir tahun, di mana permintaan konsumen cenderung meningkat.
Selain dua kelompok utama tersebut, inflasi juga disumbang oleh kelompok pendidikan (2,02 persen) dan transportasi (1,46 persen), khususnya tarif angkutan udara dan pembelian kendaraan bermotor.
Meskipun terjadi inflasi tahunan, BPS juga mencatat adanya deflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,14 persen yang disebabkan penurunan harga beberapa bahan pangan seperti cabai rawit, tomat, dan cumi-cumi.




