Darilaut – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Maasim, Sarangani dan provinsi-provinsi terdekat, pada Senin (8/6), bertambah menjadi 78 orang. Korban hilang 30 orang dan mengalami luka 1.339 orang.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (NDRRMC) merinci jumlah korban tewas menjadi 21 untuk Wilayah Davao dan 57 untuk Soccsksargen.
Jumlah orang hilang mencapai 30, di Wilayah Davao 13 dan di Soccsksargen 17, sementara jumlah korban luka 1.339.
Jumlah keluarga yang terdampak mencapai 346.413 keluarga, atau 1.414.752 orang dari 573 desa di Semenanjung Zamboanga, Wilayah Davao, Soccsksargen, dan Wilayah Otonom Bangsamoro di Mindanao Muslim (BARMM).
NDRRMC sebelumnya menyatakan bahwa semua angka korban jiwa masih menunggu verifikasi atau konfirmasi.
Jumlah rumah yang rusak mencapai 74.667 di Semenanjung Zamboanga, Wilayah Davao, Soccsksargen, dan BARMM.
Hingga saat publikasi ini, 14 kota dan kotamadya telah menyatakan keadaan darurat. Lima dari lokasi tersebut berada di Wilayah Davao dan sembilan di Soccsksargen.
Pengangkatan Dasar Laut
Wilayah pengangkatan dasar laut akibat gempa Sarangani di Mindanao akan dijadikan monumen geologi. Gempa di lepas pantai Sarangani, selatan Mindanao, pada Senin (8/6) mengakibatkan pengangkatan pesisir dan dasar laut hingga dua meter.




