Minggu, November 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tahun 2025 Rekor Baru Kandungan Panas Laut di Kawasan Asia

redaksi
22 Juni 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Kondisi Gerah di Indonesia Bukan Gelombang Panas

Suhu panas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kandungan panas laut di kawasan Asia telah meningkat sejak tahun 1990-an dan mencapai rekor baru pada tahun 2025.

Dalam Laporan Kondisi Iklim di Asia 2025 menyebutkan permukaan laut di kawasan Asia juga mencapai tingkat tertinggi sejak pencatatan satelit dimulai pada tahun 1999.

Laju kenaikan permukaan laut dari tahun 1999-2025 di sebagian besar pantai Samudra Hindia utara melebihi rata-rata global sekitar 3,6 mm per tahun, mencapai sekitar 4,9 mm per tahun di sepanjang pantai India dan lebih dari 6 mm per tahun di wilayah Arus Kuroshio.

pH permukaan laut terus mengalami penurunan jangka panjang. Nilai pH terendah yang pernah tercatat diamati di beberapa bagian Laut Arab, Teluk Benggala, dan Samudra Hindia tropis.

Laporan ini juga menyoroti perubahan signifikan di Laut Kaspia, perairan pedalaman terbesar di dunia.

Permukaan air turun lebih jauh pada tahun 2025, dengan tingkat rata-rata di sektor Kazakhstan 0,23 meter lebih rendah daripada tahun 2024, memperpanjang penurunan jangka panjang yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan penguapan.

Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan anomali panas yang signifikan, dengan tahun 2025 termasuk di antara lima tahun terpanas yang tercatat di sekitar Laut Kaspia sejak tahun 1976.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautLaporan Kondisi Iklim AsiaPanas EkstremWMO
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Asia Mengalami Pemanasan Lebih Cepat

Next Post

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Postingan Terkait

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

8 November 2026
Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

Earth Information Day, WMO Luncurkan Kondisi Iklim 2026 Pada Konferensi Iklim COP31

8 November 2026

Esai Digitalisasi Ekowisata Hiu Paus Mahasiswa UNG Raih Prestasi Nasional

Badai Tropis Cempaka Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Program Studi Pendidikan Geografi UNG Raih Akreditasi Unggul

Lebih Dari 190 Negara Akan Menghadiri COP31 di Antalya Turki Saat Overshoot Perjanjian Paris 1,5°C

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Next Post
Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

TERBARU

Ekonomi Gorontalo Y-on-Y 2026 Tumbuh 5,63 Persen

Earth Information Day, WMO Luncurkan Kondisi Iklim 2026 Pada Konferensi Iklim COP31

Esai Digitalisasi Ekowisata Hiu Paus Mahasiswa UNG Raih Prestasi Nasional

Badai Tropis Cempaka Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Program Studi Pendidikan Geografi UNG Raih Akreditasi Unggul

Lebih Dari 190 Negara Akan Menghadiri COP31 di Antalya Turki Saat Overshoot Perjanjian Paris 1,5°C

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Menggelar Sosialisasi Pembelajaran Modul Pencegahan Kekerasan Seksual

Kapal Tak Boleh Buang Sampah Sembarangan

Jejak Histori Tsunami Palu dan Donggala

Tim Gabungan Temukan Titik Lokasi Jatuhnya Pesawat

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Terseret Ombak di Garut, Seorang Warga Ditemukan Meninggal Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.