Darilaut – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo terus memperkuat aspek konservasi di kawasan wisata Hiu Paus Botubarani.
Sebagai salah satu destinasi unggulan Gorontalo ”sekaligus bagian dari kawasan Geopark Gorontalo”, pengelolaannya harus mampu menjaga keseimbangan antara ”aktivitas pariwisata, pelestarian satwa, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, Kamis (16/7).
Sultan menjelaskan sejauh ini peran pemerintah provinsi diarahkan pada upaya edukasi, advokasi, serta memberikan masukan dalam penyusunan konsep pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.
Hiu Paus Botubarani merupakan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi dan menjadi bagian dari Geopark Gorontalo. Karena itu, menurut Sultan, berbagai alternatif pengelolaan ”akan didiskusikan bersama dengan mengutamakan kelestarian hiu paus” tanpa mengurangi pendapatan masyarakat.
Sultan mengatakan gagasan mengenai penguatan tata kelola destinasi sebenarnya telah beberapa kali disampaikan kepada pengelola wisata Hiu Paus Botubarani.
Pemerintah Provinsi melalui Disparekrafpora terus mendorong agar pengelolaan kawasan dilakukan secara lebih tertata dengan mengedepankan prinsip konservasi dan keberlanjutan.



