Darilaut – Pemerintah bersama para peneliti berencana untuk mengusulkan habitat ikan purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise, Sulawesi Utara, sebagai situs warisan dunia UNESCO.
Hal ini disampaikan peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Augy Syahailatua bersama Prof. Kawilarang Warouw Alex Masengi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, dalam Simposium “Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact” di Jakarta, Kamis (23/7).
Prof. Augy menjelaskan bahwa proses pembentukan kawasan konservasi telah memasuki tahap penting. Pada Juli 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyerahkan dokumen persetujuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menetapkan perairan Pulau Talise sebagai kawasan konservasi atau taman suaka habitat Coelacanth.
Setelah penetapan kawasan konservasi nasional selesai, pemerintah bersama para peneliti berencana mengusulkan habitat Coelacanth Pulau Talise sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan tersebut berada di wilayah Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terpenting di dunia.
Menurut Augy, kawasan tersebut tengah dipersiapkan menjadi kawasan konservasi khusus melalui konsultasi publik, pembahasan bersama pemerintah daerah, serta koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.



