Menurut Augy temuan-temuan tersebut semakin menguatkan urgensi perlindungan habitat Coelacanth di Pulau Talise.
“Konservasi Coelacanth tidak hanya bertujuan melindungi spesies langka, tetapi juga mendukung pengembangan riset ilmiah, pendidikan, dan ekowisata berbasis konservasi,” ujar Augy seperti dikutip dari Brin.go.id.
”Keberadaan Coelacanth memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat penelitian biodiversitas laut dunia.”

18 Individu di Pulau Talise
Hasil riset terbaru, sebanyak 18 individu ikan purba Raja Laut Coelacanth ditemukan di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara.
Temuan 18 individu ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) di Pulau Talise tersebut memperkuat bukti bahwa Indonesia merupakan habitat penting bagi salah satu spesies laut paling langka di dunia.
Hal ini disampaikan Prof. Alex Masengi dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bersama peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Augy Syahailatua, dalam Simposium “Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact” di Jakarta, Kamis (23/7).
Riset tersebut menjadi pijakan ilmiah bagi penguatan upaya konservasi, termasuk usulan pembentukan kawasan konservasi khusus yang diproyeksikan berkembang menjadi situs konservasi berkelas dunia.



