Sabtu, Agustus 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Odyssey Laut Mediterania, Gudang Harta karun ekologis yang Kian Tertekan

redaksi
8 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Odyssey Laut Mediterania, Gudang Harta karun ekologis yang Kian Tertekan

Berbagai spesies ikan berenang di kawasan konservasi laut di lepas pantai Malta. FOTO: Kurt Arrigo/FAO

Darilaut – Lebih dari 2.500 tahun setelah kisah epik karya Homer pertama kali dituturkan, kisah ’The Odyssey’ yang diangkat kembali ke layar lebar oleh Christopher Nolan dalam sebuah film ’blockbuster’ telah menghadirkan kembali perjalanan tersebut ke hadapan penonton di seluruh dunia.

Namun, di balik alur cerita yang megah itu, terdapat sosok lain yang sedang menjalani Odyssey sendiri: Laut Mediterania.

Melansir UN News, sejak zaman Homer, Laut Mediterania telah menjadi lebih dari sekadar hamparan perairan indah tempat Odysseus melakukan perjalanan pulang—menghadapi monster berkepala enam, makhluk ’siren’ yang memikat, serta para dewa yang tak terduga.

Terletak di antara Afrika, Asia, dan Eropa, Laut Mediterania telah menjadi jalur utama yang menghubungkan berbagai kota, peradaban, dan aktivitas perdagangan; laut ini menyediakan pangan dan mata pencaharian sekaligus menjadi pusat bagi budaya, spiritualitas, dan penyebaran gagasan.

Dengan wilayah pesisirnya yang kini menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 500 juta orang—termasuk sekitar 25 kawasan metropolitan pesisir—arti penting Laut Tengah kian meningkat.

Sebagai lokasi jalur pelayaran tersibuk di dunia, kawasan ini kini menopang industri perikanan dan pariwisata berskala besar, serta berbagai sektor industri lainnya yang terus berkembang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Laut MediteraniaUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

Next Post

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Postingan Terkait

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

8 Agustus 2026
Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

8 Agustus 2026

Unik, Lintasan Topan Dolphin Membentuk Pola Segi Enam Menuju Pantai Timur Cina

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

Topan Dolphin Berada Sangat Dekat dengan Pulau Okinawa Jepang

Dampak Kekeringan, Lebih Dari 15 Ribu Warga di Provinsi Gorontalo Sulit Air Bersih

Typhoon Dolphin Struck Japan’s Amami and Okinawa Islands

Topan Dolphin Menghantam Amami dan Okinawa Jepang, Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Next Post
Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

TERBARU

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Odyssey Laut Mediterania, Gudang Harta karun ekologis yang Kian Tertekan

Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

Unik, Lintasan Topan Dolphin Membentuk Pola Segi Enam Menuju Pantai Timur Cina

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

Topan Dolphin Berada Sangat Dekat dengan Pulau Okinawa Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

Unpad Teliti Sampah di Pulau Terluar

Paus Orca di Pelabuhan Genoa dari Islandia

Badai Tropis di Laut Cina Selatan Akan Menjadi Topan

Filsafat Ilmu Kelautan Kontemporer—Bukan Sekadar Ngetik Data di Pantai

880.000 Orang di Cina Dievakuasi Karena Topan Super Saola

Aldi Novel Adilang Punya Karakter Bertahan di Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.