Laut Mediterania merupakan gudang harta karun ekologis. Meskipun hanya mencakup satu persen dari permukaan samudra dunia, kawasan ini menyimpan hingga 18 persen dari seluruh spesies laut yang telah diketahui; lebih dari seperempat di antaranya merupakan spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi.
Hamparan bawah laut Posidonia oceanica—sejenis lamun endemik yang diambil dari nama dewa Yunani Poseidon dan dikenal luas sebagai rumput Neptunus— menutupi area seluas lebih dari 1,2 juta hektare.
Hamparan ini menyediakan habitat vital bagi beragam kehidupan laut serta berperan dalam penyerapan karbon dan penyediaan nutrisi.
Ekosistem lain seperti rawa-rawa, lahan basah, dan bukit pasir berfungsi sebagai penyangga bagi garis pantai Mediterania membentang sekitar 46.000 kilometer, sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman erosi dan badai.
Lanskap-lanskap ini menyediakan pangan, air, lapangan kerja, dan identitas—namun kini kondisinya semakin tertekan.
Visi Masa Depan
Berbeda dengan perjalanan pulang Odysseus ke pulau asalnya, Ithaca, kawasan Mediterania tidak memiliki satu tujuan akhir tunggal yang spesifik—namun terdapat visi yang jelas untuk masa depannya.
“Yang kami upayakan adalah laut yang sehat dan berkembang pesat, di mana satwa liar, ekosistem, dan industrinya yang luar biasa dapat menopang jutaan orang dari beragam budaya yang menjadikan kawasan ini sebagai rumah mereka secara berkelanjutan,” ujar koordinator program UNEP, Tatjana Hema.




