Darilaut – El Niño sangat kuat sedang terjadi dan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra HIndia memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada September-Oktober.
Fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat dan IOD di samudra sekitar Indonesia berdampak pada berkurangnya curah hujan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pemantauan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir bulan Agustus 2026 sebesar +2,83 dengan nilai indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat.
Sementara di Samudra Hindia, tercatat indeks IOD bulan Agustus +0,376 dan berpeluang menuju fase positif hingga akhir tahun.
Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat, kata Faisal pada konferensi pers ‘Prediksi Musim Hujan’ di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, pada Selasa (22/9).
Faisal mengimbau pemerintah daerah dan pemangku kepentingan mengidentifikasi potensi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor, serta mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan.




