Darilaut – Api menghanguskan hutan dan lahan di Pulau Jawa mencakup Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Kebakaran hutan dan lahan ini banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Kekeringan yang menyulitkan sumber air bersih di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, dibarengi dengan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau disertai dengan El nino yang menguat. Kekeringan dan rentetan kebakaran telah menjadi siklus dengan rangkaian kejadian yang berulang-ulang setiap tahun di sejumlah wilayah. Keanekaragaman hayati, plasma nutfah, satwa, serta flora dan fauna lainnya hangus terbakar.
Api yang membakar vegetasi merusak habitat ruang hidup satwa, sumber makanan musnah, serta dapat memicu ancaman lain berikutnya seperti banjir dan berkurangnya mata pencaharian penduduk lokal yang bergantung pada sistem kehidupan hutan dan lahan.
Darilaut.id menyelisik kebakaran hutan dan lahan di berbagai tempat di Pulau Jawa Januari hingga Agustus 2026 dan tahun-tahun sebelumnya. Selama tahun 2026, tidak ada catatan kebakaran hutan terjadi di Daerah Khusus Jakarta dan Daerah Istimewa Jogyakarta 1 Januari hingga 31 Agustus.
JAWA TIMUR
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Jawa Timur, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 10.835,28 hektare.




